BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem 3 Hari ke Depan, Ini Penyebabnya

TrubusNews
Binsar Marulitua
28 Sep 2020   10:38 WIB

Komentar
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem 3 Hari ke Depan, Ini Penyebabnya

Pantauan Potensi Bahaya Cuaca Ekstem di Indonesia melalui InaRisk. (Foto : (InaRisk BNPB))

Trubus.id -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan  potensi hujan lebat dalam kurun waktu 3 hari ke depan, terhitung sejak tanggal 27 September hingga 29 September 2020.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengungkapkan, wilayah Indonesia saat ini masih terpantau aktivitas dua Gelombang Atmosfer, yaitu: Rossby Ekuatorial dan Madden Jullian Oscillation.

Rossby Ekuatorial merupakan fenomena pergerakan sistem konvektifitas udara di atmosfer yang berpropagasi ke arah barat dan melewati wilayah Indonesia. Sedangkan Madden Jullian Oscillation adalah enomena pergerakan sistem konvektifitas udara di atmosfer yang berpropagasi ke arah timur dan melewati wilayah Indonesia.

"Hal ini memberikan kontribusi pada peningkatan massa udara basah yang mendukung terbentuknya awan-awan hujan dalam beberapa hari ke depan," ujar Guswanto dikutip melalui keterangan tertulis, Senin (28/9/2020).

Kondisi tersebut diperkuat dengan anomali hangat suhu muka laut di perairan Indonesia, terbentuknya daerah perlambatan dan pertemuan angin yang memanjang di Pesisir Barat Sumatera, Selat Karimata, sebagian Pulau Jawa, Selat Makassar dan Laut Banda, dan didukung dengan kondisi atmosfer yang hangat dan lembab di sebagian besar wilayah Indonesia.

Berdasarkan analisis beberapa fenomena atmosfer di atas, BMKG memprediksikan dalam periode tiga hari ke depan, hujan dengan intensitas dan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berpotensi terjadi di wilayah sebagai berikut:

- Aceh

- Sumatra Utara

- Sumatra Barat

- Bengkulu

- Lampung

- Banten

- DKI Jakarta

- Jawa Barat

- Jawa Tengah

- Kalimantan Barat

- Kalimantan Tengah

- Kalimantan Timur

- Kalimantan Utara

- Sulawesi Utara

- Gorontalo

- Sulawesi Tengah

- Sulawesi Barat

- Sulawesi Selatan

- Maluku

- Maluku Utara

- Papua Barat

- Papua

Khusus untuk wilayah Jabodetabek, menurut Guswanto, konsentrasi hujan intensitas sedang-lebat masih cukup potensial di wilayah Bogor terutama pada siang/sore hari. Sementara DKI Jakarta, diperkirakan akan menurun.

Masyarakat, diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem (puting beliung, hujan lebat disertai kilat/petir, hujan es, dll) dan dampak yang dapat ditimbulkannya seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin.

"Kondisi tersebut di atas bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai perkembangan dinamika atmosfer di Indonesia, BMKG tetap terus memonitor dan melakukan update perkembangannya," pungkasnya


 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Tiga Cagar Biosfer Indonesia Diakui UNESCO

Peristiwa   31 Okt 2020 - 14:05 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          

Presiden Jokowi Ajak Pemuda Tekuni Pertanian

Peristiwa   31 Okt 2020 - 11:55 WIB
Bagikan: