Setelah Mina Padi, Intip Kelompok Tani Samberembe Sukses Terapkan Mina Tanaman

TrubusNews
Binsar Marulitua
22 Sep 2020   15:00 WIB

Komentar
Setelah Mina Padi,  Intip Kelompok Tani Samberembe Sukses Terapkan Mina Tanaman

Budidaya ikan dengan menanam produk hortikultura atau  mina tanaman berupa produk cabai dan timun (Foto : DJPB KKP)

Trubus.id -- Kelompok Tani Kampung Samberembe, di Dusun Samberembe, Desa Candibinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta  menggabungkan budidaya ikan dengan menanam produk hortikultura atau  mina tanaman berupa produk cabai dan timun. Sebelumnya, dalam melakukan optimalisasi lahan kelompot tani Samberembe juga menggabungkan budidaya ikan dengan kegiatan menanam padi atau yang lebih dikenal dengan minapadi. 

Ketua Kelompok Tani Kampung Minapadi Samberembe, Satriyanta mengatakan bahwa kelompoknya mulai melakukan budidaya ikan sistem minapadi sejak tahun 2012, dengan luas lahan awal hanya sebesar 0.5 ha. Setelah menuai hasil yang cukup baik, banyak warga yang tertarik untuk ikut menerapkan konsep minapadi pada lahannya. Dengan jumlah anggota kelompok sebanyak 39 orang, kini kelompoknya mencakup luas lahan sebanyak 2 ha, dan dengan masih tingginya minat warga yang lain tidak menutup kemungkinan akan dapat diperluas hingga mencapai 4-5 ha luas lahan. 

“Pangsa pasar ikan nila yang cukup besar di DIY turut menjadi poin plus perkembangan budidaya ikan di lahan pertanian, sehingga yang sebelumnya masyarakat hanya mengenal minapadi menjadi berkembang hingga budidaya mina tanaman” ujar Satriyanta.

Satriyanta juga menambahkan bahwa prospek ke depan untuk generasi muda terjun ke perikanan dan pertanian sangat terbuka lebar dengan rencana pengembangan desa Samberembe menjadi desa wisata teknologi pertanian.

“Dengan dijadikannya Samberembe sebagai desa wisata, turut mendongkrak perekonomian masyarakat di sekitar yang banyak mendirikan tempat usaha seperti rumah makan, tempat cinderamata dan oleh-oleh hasil perikanan, homestay, hingga pengusaha paket wisata. Melihat potensi ekonomi tersebut diharapkan akan menumbuhkan minat generasi muda untuk dapat menjadikan desa Samberembe terus maju dan berkembang di masa yang akan datang” tutup Satriyanta.

Sebagai informasi, Kelompok Tani Kampung Minapadi Samberembe pada awalnya adalah lokasi program percontohan sekaligus penerima bantuan budidaya ikan sistem minapadi dari Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (DJPB - KKP) pada tahun 2014 berupa benih, pakan dan penyiapan lahan. Kelompok pembudidaya ini mulanya melakukan metode penanaman padi bersama dengan budidaya udang galah atau yang lebih dikenal dengan UGADI. 

Seiring berkembangnya teknologi dan permintaan pasar, semakin banyak metode yang diaplikasikan pada lahan tersebut, seperti mina timun, mina cabai dan lainnya, hingga menjadi maju dan sukses seperti sekarang.

Sementara itu Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto  memberikan apresiasi kepada masyarakat Desa Samberembe yang berhasil mengembangkan potensi lahan yang ada melalui penggabungan sektor perikanan, pertanian bahkan hingga sektor pariwisata dan edukasi.

“Kegiatan ekonomi padat karya yang melibatkan banyak masyarakat menjadi sangat penting dalam masa pemulihan ekonomi nasional ke depan. Inovasi yang dikembangkan dengan menggabungkan budidaya ikan maupun udang dengan tanaman seperti timun dan cabai dapat menjadi model yang tepat untuk meningkatkan pendapatan petani” jelas  Slamet melalui keterangan tertulis

Slamet menilai bahwa keunggulan budidaya ikan sistem minapadi seperti minim penggunaan pupuk, pestisida maupun fungisida. Hal ini dirasakan manfaatnya oleh pembudidaya mina tanaman, sehingga biaya operasional dapat ditekan dan secara otomatis meningkatkan margin keuntungan yang didapat oleh kelompok pembudidaya.

“Kampung minapadi Samberembe ini dapat menjadi contoh bagaimana bantuan pemerintah dapat berkembang dengan kreatifitas dan keinginan masyarakat untuk lebih maju. KKP siap untuk terus mendorong dan mendukung keinginan masyarakat untuk terus berkembang. DJPB akan menyalurkan bantuan seperti mesin pakan untuk program pakan mandiri dan paket budidaya ikan sistem bioflok tahun ini, dan tentu saja dilaksanakan juga pendampingan dan pelatihan teknis yang dibutuhkan” pungkas Slamet.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Kampung Minapadi Samberembe, Satriyanta mengatakan bahwa kelompoknya mulai melakukan budidaya ikan sistem minapadi sejak tahun 2012, dengan luas lahan awal hanya sebesar 0.5 ha. Setelah menuai hasil yang cukup baik, banyak warga yang tertarik untuk ikut menerapkan konsep minapadi pada lahannya. Dengan jumlah anggota kelompok sebanyak 39 orang, kini kelompoknya mencakup luas lahan sebanyak 2 ha, dan dengan masih tingginya minat warga yang lain tidak menutup kemungkinan akan dapat diperluas hingga mencapai 4-5 ha luas lahan. 

“Pangsa pasar ikan nila yang cukup besar di DIY turut menjadi poin plus perkembangan budidaya ikan di lahan pertanian, sehingga yang sebelumnya masyarakat hanya mengenal minapadi menjadi berkembang hingga budidaya mina tanaman” ujar Satriyanta.

Satriyanta juga menambahkan bahwa prospek ke depan untuk generasi muda terjun ke perikanan dan pertanian sangat terbuka lebar dengan rencana pengembangan desa Samberembe menjadi desa wisata teknologi pertanian.

“Dengan dijadikannya Samberembe sebagai desa wisata, turut mendongkrak perekonomian masyarakat di sekitar yang banyak mendirikan tempat usaha seperti rumah makan, tempat cinderamata dan oleh-oleh hasil perikanan, homestay, hingga pengusaha paket wisata. Melihat potensi ekonomi tersebut diharapkan akan menumbuhkan minat generasi muda untuk dapat menjadikan desa Samberembe terus maju dan berkembang di masa yang akan datang” tutup Satriyanta.
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Tiga Cagar Biosfer Indonesia Diakui UNESCO

Peristiwa   31 Okt 2020 - 14:05 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          

Presiden Jokowi Ajak Pemuda Tekuni Pertanian

Peristiwa   31 Okt 2020 - 11:55 WIB
Bagikan: