IPB dan Kemenaker Dukung Peningkatan Kapasitas Petani Melalui Balai Latihan Kerja

TrubusNews
Astri Sofyanti
08 Sep 2020   10:38 WIB

Komentar
IPB dan Kemenaker Dukung Peningkatan Kapasitas Petani Melalui Balai Latihan Kerja

Rektor IPB University, Arif Satria bersama Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas petani melalui balai latihan kerja. (Foto : Dok. IPB University)

Trubus.id -- Rektor IPB University, Prof Dr Arif Satria bersama Menteri Ketenagakerjaan RI, Ida Fauziah mendukung upaya peningkatan kapasitas dan kualitas petani melalui program pembinaan yang dilakukan di Balai Latihan Kerja.

“IPB University akan menyiapkan semua kebutuhan yang diperlukan, terutama menyediakan tenaga ahlinya,” demikian dikatakan Arif Satria dalam siaran persnya.

Dirinya juga mengungkapkan, IPB University telah berupaya meningkatkan kualitas petani di sekitar kampus melalui program kemitraan yang dilaksanakan oleh Agribusiness and Technology Park (ATP) IPB University. Dirinya mengakui, saat ini, sedikitnya sudah ada 40 petani mitra yang dibina oleh ATP IPB University.

Melalui program pembinaan ini, petani mitra dapat menjual produknya ke pasar modern di Jabodetabek yang difasilitasi oleh ATP IPB University. Beberapa pasar yang sudah menjadi langganan yaitu Diamond Supermarket, Yogya, Total, Ranch Market, dan All Fresh market. Tidak hanya itu, ATP IPB University juga menggandeng toko online untuk turut membantu memasarkan produk-produk yang dihasilkan.

Melihat kinerja ini, Menteri Ketenagakerjaan RI, Ida Fauziah menyatakan akan ikut membantu IPB University melalui pembentukan Balai Latihan Kerja Komunitas Pertanian.

“Pertanian ini sektor menjanjikan, bahkan di masa pandemi ini sektor pertanian masih menunjukkan perkembangan positif,” terangnya.

Di masa pandemi ini, lanjut Menaker, program Kemenaker lebih berorientasi pada perluasan tenaga kerja, pelatihan bisnis dan kewirausahaan, serta perluasan akses setelah pelatihan. Seluruh kegiatan tersebut berada dalam wadah Balai Latihan Kerja (BLK) yang berada di bawah wewenang Kemenaker RI.

“Program di BLK disinergikan dengan pelatihan dan pengembangan kewirausahaan di bidang pertanian, bahkan beberapa peserta diberi kesempatan membuka usaha dan diberi akses ke perbankan,” ungkap Ida Fauziah.

Tidak hanya soal pelatihan, upaya kerjasama yang digagas juga termasuk kerjasama sertifikasi bagi mahasiswa dan masyarakat umum. Sertifikasi ini penting guna mendukung pengembangan bisnis dan sebagai jaminan mutu terhadap produk yang dihasilkan

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: