Achmad Yurianto: Vaksin Covid-19 Untuk Memutus Penularan, Bukan Untuk Imunisasi

TrubusNews
Astri Sofyanti
01 Sep 2020   09:08 WIB

Komentar
Achmad Yurianto: Vaksin Covid-19 Untuk Memutus Penularan, Bukan Untuk Imunisasi

Direktur Jenderal Pencegahan Penyakit dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto menyatakan vaksin Covid-19 bertujuan untuk memutus penularan virus corona. (Foto : Dok. Satgas Penanganan Covid-19)

Trubus.id -- Direktur Jenderal Pencegahan Penyakit dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto menyatakan vaksin Covid-19 bertujuan untuk memutus penularan virus corona.

Oleh karena itu, Yuri meminta masyarakat Indonesia untuk memahami bahwa anak-anak itu merupakan masa depan yang harus dijaga kesehatannya.

“Pemberian vaksin Covid-19 berbeda dari vaksin untuk program imunisasi. Vaksin Covid-19 ini outbreak respons ya. Masyarakat harus paham itu,” kata Yuri dalam dialog bersama Satgas Penanganan Covid-19, di Graha BNPB, Jakarta, Senin (31/8/20).

Untuk itu pemerintah harus menyiapkan fasilitas, layanan dan supplynya. Lalu memberikan kebebasan untuk mereka memilih yang dirasakan nyaman sehingga tidak ada alasan untuk menunda imunisasi.

“Kita menginginkan mereka menjadi generasi yang sehat dan sumber daya yang unggul, oleh karena itu kita harus sepakat bahwa ini adalah aset yang harus kita jaga dan merupakan hak semua anak untuk sehat. Salah satu upaya kita yaitu upaya prevention adalah imunisasi,” ujarnya melalui ruang digital di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Jakarta (31/8).

Ilustrasi vaksin Covid-19. Foto: Shutterstock.

Adapun kesulitan distribusi vaksin ke beberapa daerah sekarang sudah mulai lancar dan dapat teratasi. Selain itu beberapa vaksin yang berasal dari luar negeri atau impor pun sekarang sudah bisa masuk.  

Dalam kesempatan yang sama Prof. DR. dr. Hartono Gunadi Sp. A(K) selaku Ketua Bidang Hubungan Masyarakat dan Kesejahteraan Ikatan Dokter Anak Indonesia melalui Via Zoom juga menambahkan bahwa IDAI telah melakukan kampanye lewat media sosial mengenai berbagai panduan imunisasi pada saat masa pandemi Covid-19.

Selain itu IDAI juga memastikan dokter yang melakukan praktek mendapatkan fasilitas yang memadai.

“Bila ada kekurangan, tentu anggota IDAI yang berpraktek di fasilitas kesehatan tersebut, dapat mengkomunikasikannya kepada komite medik. Misalnya hanya disediakan masker bedah, padahal menurut kajian IDAI itu tidak cukup, jadi kami menyediakan APD level 2, termasuk hal lainnya seperti face shield,” ungkapnya.

Selain itu Dr. Kenny Peetosutan selaku Spesialis Imunisasi UNICEF Indonesia juga ikut menambahkan bahwa akan menjadi suatu hal yang mengkhawatirkan bila cakupan imunisasi masih tergolong rendah.

“Akan menjadi kekhawatiran kita bersama bila cakupan imunisasinya rendah untuk waktu yang cukup lama. Ada kemungkinan penyakit-penyakit yang seharusnya bisa dicegah itu kembali ke permukaan. Untuk penyakit yang bisa menular akan dapat menular dengan cepat. Akan sangat mengkhawatirkan bila nantinya menjadi wabah dan akan sangat sulit untuk menangani wabah pada saat pandemi ini,” ujarnya.

Anak-anak yang melakukan imunisasi sejak dini agar terhindar dari berbagai penyakit yang dapat menyebabkan kematian. Untuk itu sangat penting untuk masyarakat mengetahui hal ini dan diminta untuk tidak khawatir melakukan imunisasi di Puskesmas atau rumah sakit.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

KKP Hentikan Sementara SPWP Ekspor Benih Bening Lobster

Peristiwa   26 Nov 2020 - 17:29 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: