China Klaim Temukan Virus Corona pada Sayam Ayam yang Diimpor dari Brazil

TrubusNews
Astri Sofyanti
27 Agu 2020   09:49 WIB

Komentar
China Klaim Temukan Virus Corona pada Sayam Ayam yang Diimpor dari Brazil

Ilustrasi - Sayap ayam. (Foto : Shutterstock)

Trubus.id -- Pihak berwenang di Kota Shenzhen, China bagian selatan, mengklaim bahwa mereka menemukan virus corona pada sayap ayam yang diimpor dari Brazil.

Menanggapi hal tersbeut, Otoritas Brazil meminta China memberikan hasil tes laboratorium yang mendeteksi jejak virus corona baru pada sayap ayam yang diekspor oleh negara Amerika Selatan itu, menurut pernyataan Kementerian Pertanian Brazil kepada Reuters, Rabu (26/8).

Permintaan diajukan selama pertemuan di Kota Shenzhen, Provinsi Guandong, tempat atase pertanian Brazil melakukan pembicaraan dengan para pejabat kesehatan dan perdagangan China pada Selasa (25/8), demikian bunyi pernyataan itu.

Mengutip Antara, Kamis (27/8/20), sebagai tanggapan, menurut pernyataan, pihak China mengatakan hasil laboratorium itu disimpan oleh otoritas kesehatan Guangdong, yang tidak mengikuti pertemuan.

Sebelumnya, pihak berwenang di Kota Shenzhen, China bagian selatan, mengungkapkan bahwa mereka menemukan virus corona pada sayap ayam yang diimpor dari Brazil.

Virus corona disebut telah terdeteksi pada sampel permukaan yang diambil dari sekumpulan sayap ayam selama pemeriksaan makanan beku impor pada 12 Agustus lalu.

Para pejabat Brazil bekerja sama dengan pemerintah kota, provinsi dan pusat China untuk mendapatkan laporan laboratorium tersebut serta informasi lainnya yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Klaim soal pencemaran itu berkaitan dengan sayap ayam yang diproduksi di sebuah pabrik unggas Brazil yang terdaftar dengan nomor SIF 601, demikian disebutkan dalam pernyataan itu.

Aurora, perusahaan yang menjalankan produksi pabrik itu di Brazil Selatan, secara sukarela menangguhkan ekspor unggas ke China mulai 20 Agustus sambil menunggu penjelasan lebih lanjut terkait dugaan kontaminasi.

Menurut pemerintah Brazil, pejabat China pada pertemuan itu mengatakan tiga sampel dinyatakan positif mengidap virus corona jenis baru.

Dari ketiga sampel, satu diambil dari sayap ayam dan dua dari kemasan produk yang berasal dari pabrik Aurora di kota Xaxim.

“Otoritas kesehatan di Shenzhen tidak dapat mengatakan apakah temuan itu hanya berkaitan dengan deteksi bahan genetik virus atau virus aktif, juga tidak dapat memberikan informasi lebih lanjut tentang dugaan temuan itu,” demikian pernyataan itu.

Dugaan kontaminasi menyebabkan Filipina memberlakukan larangan sementara terhadap impor daging unggas dari Brazil.

Selain Filipina, Hong Kong juga menghentikan sementara impor ayam dari fasilitas Xaxim Aurora.

Tidak Ada Bukti Penularan Melalui Makanan

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Amerika Serikat menyatakan, kemungkinan tertular virus melalui makanan, rendah.

WHO menjelaskan, sangat tidak mungkin seseorang dapat terinfeksi Covid-19 dari makanan atau kemasan makanan.

Menurut CDC, risiko infeksi virus dari produk makanan, kemasan makanan, atau wadah makanan dianggap sangat rendah.

Kedua organisasi tersebut menunjukkan bahwa virus corona menyebar sebagian besar dari orang ke orang melalui tetesan pernapasan ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara.

Penularan dapat terjadi jika orang menyentuh permukaan atau benda termasuk makanan yang mengandung virus lalu kemudian orang tersebut menyentuh mulut, hidung, atau mungkin mata.

“Tidak ada bukti sampai saat ini virus yang menyebabkan penyakit pernafasan ditularkan melalui makanan atau kemasan makanan. Virus corona tidak dapat berkembang biak dalam makanan; mereka membutuhkan hewan atau manusia untuk berkembang biak,” demikian pernyataan WHO.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Tiga Cagar Biosfer Indonesia Diakui UNESCO

Peristiwa   31 Okt 2020 - 14:05 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          

Presiden Jokowi Ajak Pemuda Tekuni Pertanian

Peristiwa   31 Okt 2020 - 11:55 WIB
Bagikan: