Dua Gempa Bermagnitudo 6,6 dan 6,7 Gemparkan Warga Bengkulu, Begini Analisis BMKG

TrubusNews
Astri Sofyanti
19 Agu 2020   11:28 WIB

Komentar
Dua Gempa Bermagnitudo 6,6 dan 6,7 Gemparkan Warga Bengkulu, Begini Analisis BMKG

Ilustrasi - gempa bumi. (Foto : Trubus.id)

Trubus.id -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan telah terjadi dua kali gempa yang mengguncang Bengkulu pada pukul 05.23.56 WIB dan 05.29.35 WIB, Rabu (19/8/2020).

Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangan tertulisnya mengatakan, gempa pertama berkekuatan magnitudo 6,6. Sedangkan gempa kedua memiliki magnitudo 6,7.

Gempa dengan parameter magnitudo 6,6 terjadi pada 160 km barat daya Bengkulu, Provinsi Bengkulu. Gempa bumi berkedalaman 24 km dirasakan kuat beberapa detik oleh warga setempat. BPBD Provinsi Bengkulu melaporkan satu unit rumah rusak ringan di Kabupaten Lebong. BMKG menegaskan gempa tidak berpotensi tsunami berdasarkan hasil pemodelan.

Berselang sekitar enam menit dari kejadian pertama, gempa susulan berkekuatan magnitudo 6,7. Gempa ini berlokasi 117 km arah barat daya Bengkulu. Gempa susulan ini berkedalaman 86 km. Pascakejadian, Kepala Pelaksana Kota Bengkulu Selupati melaporkan belum ada laporan kerusakan dan tim reaksi cepat (TRC) telah berada di lapangan untuk memantau kondisi terkini dampak gempa di wilayahnya.

Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Seluma menginformasikan masyarakat sempat melakukan evakuasi namun sudah kembali ke rumah masing-masing. Laporan sementara menyebutkan tidak ada kerusakan di wilayah Seluma. Warga Seluma merasakan guncangan yang sangat kuat saat gempa terjadi. BPBD setempat masih berkoordinasi dengan pihak desa, kecamatan serta instansi serta relawan. Demikian juga, BPBD Kabupaten Bengkulu Utara menginformasikan tidak ada laporan kerusakan di setiap kecamatan.

Hasil monitoring BMKG hingga pukul 8.30 WIB pagi ini menunjukkan telah terjadi 8 kali aktivitas gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo terkecil M3,4 dan magnitudo terbesar M4,9.

Guncangan paling kuat dirasakan warga di Kota Bengkulu, Bengkulu Utara, Mukomuko, Seluma, Kepahiang dengan parameter IV MMI. Skala IV MMI atau Modified Mercally Intensity memberikan gambaran dampak gempa dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela atau pintu berderik dan dinding berbunyi. Sedangkan di Bengkulu selatan, Kaur, Curup, Lebong III MMI, atau skala guncangan yang memberikan gambaran getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan akan truk berlalu, serta Lubuk Linggau II-III MMI.

“Gempa kembar ini dipicu oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia, dengan dislokasi atau patahan batuan yang terjadi pada bidang kontak antar lempeng tepatnya pada Segmen Megathrust Mentawai-Pagai dengan mekanisme sumber sesar naik (thrust fault),” tutur Rahmat Triyono, Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG melalui pesan digital, Rabu (19/8/20).

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: