Ternak Ayam Skala Rumah Tangga, Solusi Masyarakat Tingkatkan Pendapatan di Masa Pandemi Covid-19

TrubusNews
Astri Sofyanti
06 Agu 2020   16:59 WIB

Komentar
Ternak Ayam Skala Rumah Tangga, Solusi Masyarakat Tingkatkan Pendapatan di Masa Pandemi Covid-19

Kandang Umbaran Portable Mini. (Foto : Dok. Trubus Bina Swadaya.)

Trubus.id -- Pandemi virus corona (Covid-19) mengancam kestabilan ekonomi dan bisnis di berbagai negara, termasuk Indonesia. Akses yang terbatas akibat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat sejumlah bisnis skala mikro hingga perusahaan besar berisiko gulung tikar karena sepi pembeli.

Saat ini, pemerintah mulai menggerakkan perekonomian yang sempat merosot akibat penetapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dengan mengeluarkan kebijakan normal baru (new normal).

Panduan ini tertuang dalam Keputusan Mentri Kesehatan dalam Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.

Kebijakan new normal ini sangat diharapkan oleh masyarakat untuk keberlangsungan hidup kedepannya. Khususnya masyarakat yang terdampak pandemi dan hilangnya mata pencaharian.

Untuk kembali menggerakan perekonomian masyarakat khusunya berskala rumah tangga, Bank BRI bersama Trubus menggelar pelatihan online akuaponik dan ternak ayam skala rumah tangga yang mengusung tema Ketahanan Pangan Keluarga.

Kepala Divisi Social Entrepreneurship dan Incubation BRI Djoko Purwanto mengungkapkan, micro farming menyumbang pendapatan keluarga hingga 50 persen dari pendapatan normal.

“Sehingga ini tidak hanya bisa dikonsumsi untuk pemenuhan gizi keluarga tapi juga menjadi sumber penghasilan keluarga,” kata Djoko Purwanto dalam webinar Plataran UMKM edisi Ketahanan Pangan Keluarga bersama Trubus, Rabu (5/8/20).

Praktisi dan Konsultan Ternak Ayam Skala Rumah Tangga Titut Wibisono, mengajak masyarakat untuk tetap produktif di rumah saja dengan memulai ternak ayam skala rumah tangga integrasi kandang umbaran portable mini (KUPM) yang bisa mendatangkan penghasilan, terutama bagi masyarakat yang terdampak Covid-19.

“Trubus mencoba mengembangkan KUPM skala rumah tangga, dengan tujuan menggerakkan perekonomian dan meningkatkan ketahanan pangan keluarga,” ujar Titut.

Dirinya mengatakan, pembuatan kandang umbaran portable mini ini sangat mudah dan tidak membutuhkan lahan yang luas. Ia mengatakan, selain ketersediaan lahan di perkotaan terbatas, kebanyakan kandang ayam dibuat dengan bahan seadanya dan dengan konstruksi kandang yang tidak memperhatikan “kehewanan”.

“Kebanyakan, kandang ayam yang dibuat kurang menarik dan terkesan kotor, sehingga membuat orang enggan untuk memulainya. Dengan konsep kandang umbaran portable mini ini sangat mendukung program pemerintah terkait ketahanan pangan keluarga,” tambahnya.

Ada tiga keuntungan yang akan didapat jika memiliki kandang umbaran portable mini ini, pertama, telur, daging dan pupuk. Diakui Titut, masyarakat sebenarnya diberikan banyak pilihan, seperti halnya kandang umbaran portable mini ini, masyarakat bisa memelihara ayam di lahan terbatas dengan cara memodifikasi kandang, sehingga ayam bisa beraktivitas di dalamnya meski kandang berukuran kecil.

Kelebihan Kandang Ayam Portable

Kandang ayam portable memiliki kelebihan berkeprihewanan. Meski di dalam kandang, ayam bisa makan, minum dan bereproduksi secara leluasa. Yang kedua, dedain kandang sederhana dan mudah dibangun, material yang diperlukan murah serta perawatannya mudah, bisa menggunakan kayu-kayu bekas.

“Kandang ayam portable ini tidak permanen, sehingga bisa dipindahkan ke mana saja,” ungkap Titut.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: