Diversifikasi Pangan dan Pekarangan Pangan Lestari Solusi Ketahanan Pangan Keluarga

TrubusNews
Astri Sofyanti
04 Agu 2020   16:52 WIB

Komentar
Diversifikasi Pangan dan Pekarangan Pangan Lestari Solusi Ketahanan Pangan Keluarga

Ibu rumah tangga memanfaatkan pekarangan untuk menanam sayuran sebagai upaya menjaga ketahanan pangan keluarga (Foto : Dok. Bina Swadaya Konsultan)

Trubus.id -- Dalam rangka pengembangan diversifikasi pangan lokal dan pendampingan pekarangan pangan lestari, Kementerian Pertanain (Kementan) melalui Badan Ketahanan Pangan (BKP) mengandeng enam perguruan tinggi sebagai upaya menjaga ketahanan pangan nasional khususnya di tengah pandemi Covid-19.

Sebab, pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini tak hanya membawa masalah kesehatan masyarakat, tetapi juga berimplikasi luas, seperti kelancaran distribusi pangan, terbatasnya akses fisik dan ekonomi terhadap pangan, dan lainnya yang dapat menganggu ketahanan pangan individu, keluarga maupun nasional.

Enam perguruan itu diantaranya Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Lampung (UNILA), Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Hasanuddin (UNHAS), dan Universitas Lambung Mangkurat (UNLAM) serta Sekolah Vokasi IPB.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyampaikan bahwa kerjasama ini merupakan kerja sama lanjutan yang memiliki tujuan untuk memperkuat diversifikasi pangan lokal lebih khusus untuk pekarangan pangan lestari. Perguruan tinggi memiliki teknologi dan inovasi yang harus diterapkan di masyarakat, agar meningkatkan penyediaan pangan.

“Kerjasama ini Insya Allah dapat menjadi percontohan dalam membangun mindset tentang pekarangan pangan lestari serta diversifikasi pangan,” kata Mentan Syahrul saat menghadiri penandatanganan dengan enam perguruan tinggi Indonesia di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selasa (4/8/20).

Menurut Syahrul, di tengah pandemi Covid 19 yang masih mewabah seluruh dunia, masyarakat diharapkan tetap memiliki semangat dalam menjaga ketahanan pangan. Salah satunya dengan memanfaatkan lahan di sekitar rumah.

“Sebenarnya lahan di sekitar kita sangat potensial untuk menanam buah-buahan, sayur-sayuran bahkan peternakan. Ini semua sangat dibutuhkan untuk keperluan gizi yang cukup bagi masyarakat Indonesia,” ujar Syahrul menambahkan.

Di tempat yang sama, Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi mengatakan, diversifikasi pangan dan pekarangan pangan lestari merupakan upaya Kementan dalam menyediakan akses pangan bagi rumah tangga. Selain itu, upaya tersebut juga untuk menggerakan ekonomi masyarakat serta menyediakan kebutuhan pangan yang aman.

“Kami mencoba melakukan pendampingan dengan bekerjasama dari dari beberapa Universitas. Karena kami menyadari, kontrol ini tidak mudah karena tersebar di seluruh Indonesia,” ungkap Agung.

Agung menjelaskan, program ini dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. “Kami mengajak masyarakat memamfaatkan pekarangan dengan menanam aneka tanaman,” ujarnya.

Menurut Agung, disaat kondisi seperti sekarang ini, pemanfaatan lahan pekarangan, benar- benar dirasakan manfaatnya.

“Ini kan bisa menjaga kebutuhan dan ketahanan pangan keluarga. Kita tinggal petik sayur-sayuran dari pekarangan,” pungkasnya.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: