Masyarakat Diimbau Terapkan Adaptasi Kebiasaan Baru di Hari Raya Idul Adha

TrubusNews
Astri Sofyanti
30 Juli 2020   16:55 WIB

Komentar
Masyarakat Diimbau Terapkan Adaptasi Kebiasaan Baru di Hari Raya Idul Adha

Proses pemotongan daging kurban usai disembelih. (Foto : Trubus.id)

Trubus.id -- Perayaan Idul Adha tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, di mana kita harus menjalani kehidupan dengan adaptasi kebiasaan baru akibat wabah virus corona. Perayaan Hari Raya Idul Adha kali ini dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Merayakan Idul Adha biasanya dilakukan dengan kegiatan pemotongan hewan kurban. Tahun ini, pelaksanaan pemotongan hewan kurban harus mematuhi protokol kesehatan seperti menjaga kebersihan, menjaga jarak, serta menghindari kerumunan.

Kiai Haji Abdullah Gymnastiar yang akrab dipanggil Aa Gym selaku Ulama mengingatkan agar masyarakat tetap rida dengan situasi pandemi ini, karena setiap musibah datang dan pasti akan berakhir atas izin Allah SWT. Maka masyarakat diharapkan supaya dapat menerima takdir dan ber-ikhtiar untuk mendapatkan takdir yang lebih baik lagi.

“Jadi kita tidak usah memaksakan diri untuk beribadah seperti pada waktu normal, karena situasinya tidak normal,” kata Aa Gym saat berdialog melalui virtual bersama Gugus Tugas Nasional, Kamis (30/7/20).

“Ini adalah cara yang tepat untuk kita menambah keyakinan kepada Allah SWT, bahwa penguasa segala keadaan adalah Allah SWT. Kita punya rencana, punya keinginan, tapi kalau Allah SWT menetapkan sesuatu ya semua takluk pada kekuasaanNya, ini merupakan pelajaran yang dapat dipetik dari pandemi Covid-19,” lanjut Aa Gym.

Dirinya juga menambahkan bahwa situasi pandemi ini merupakan kesempatan bagi kaum muslimin untuk lebih tawadhu. Dengan kata lain, kaum muslimin diharapkan menyadari bahwa kekuasaan sepenuhnya berada di tangan Allah SWT, sehingga hilanglah kesombongan manusia. Selain itu Aa Gym menyebutkan bahwa di dalam Agama Islam, menghindari kemudaratan merupakan perbuatan yang lebih diutamakan dibanding melakukan hal yang mendatangkan manfaat.

Sebagaimana kita ketahui bersamaCovid-19 ini merupakan penyakit yang dapat tersebar melalui kerumunan. Di dalam berkerumun ini harus punya tata yang baru, supaya kerumunan ini tidak menimbulkan kemudaratan. Sehingga menjalankan ibadah di rumah tidak akan mengurangi pahala, termasuk dalam perayaan Hari Raya Idul Adha ini.

Terkait pemikiran bahwa takdir seperti kematian sudah ditentukan sehingga masyarakat cenderung tidak terlalu memedulikan protokol Kesehatan. Tidak ada kejadian yang terjadi dengan sia-sia, maka jangan sampai masyarakat kehilangan keyakinan terhadap hikmah atas pandemi Covid-19.

“Selain mengimani takdir, akal manusia juga harus digunakan untuk memperoleh ilmu. Sehingga pada akhirnya tubuh dapat merealisasikan keimanan serta keilmuan tersebut dengan mematuhi protokol Kesehatan,” ucap Aa Gym.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum RICMA Masjid Cut Meutia, Muhammad Hussein mengatakan bahwa protokol kesehatan juga diterapkan di Masjid Cut Meutia, termasuk untuk perayaan Hari Raya Idul Adha. Dengan maksud menghindari kerumunan, pembagian daging kurban kali ini tidak dengan menggunakan kupon, melainkan dengan melalui koordinator yang akan mengantarkan ke rumah-rumah.

“Pemotongan dilakukan di Masjid dengan prosedur pintu gerbang, depan dan belakang, di kunci. Mengenai tempat pemotongan hewan kurban, bagi pengurban yang ingin menyaksikan pemotongan, maka akan diberi kalung identitas sebagai pengunjung. Kemudian waktu kunjungan akan disesuaikan dengan jadwal pemotongan hewan kurban masing-masing,” ucap Hussein

Hussein menjelaskan melakukan koordinasi dengan aparat keamanan untuk mengantisipasi munculnya kerumunan di area sekitar Masjid Cut Meutia pada hari pemotongan hewan kurban. Terkait pembagian tugas pada kegiatan pemotongan hewan kurban. Ia menyebutkan bahwa hanya terdapat pemotong, panitia, dan pembagi daging. Selain protokol kesehatan yang diterapkan oleh penyelenggara, yang berbeda dari perayaan Hari Raya Idul Adha kali ini dilakuan dengan menggunakan mesin untuk memotong tulang dan daging-daging besar hewan kurban.

“Jadi dipotongnya dengan mesin, agar lebih menjaga kebersihan, Ini dilakukan untuk kenyamanan kita semua,” tutup Hussein.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Jagung Provit Alternatif Bahan Pangan Sehat

Inovasi   28 Sep 2020 - 20:52 WIB
Bagikan: