Setelah Dikubur, Tulang Paus Biru Raksasa Akan Dipajang di Museum NTT  

TrubusNews
Binsar Marulitua
24 Juli 2020   11:00 WIB

Komentar
Setelah Dikubur, Tulang Paus Biru Raksasa Akan Dipajang di Museum NTT  

Petugas gabungan sedang meneliti Paus biru (Balaenoptera Musculus) yang mati terdampar di pantai Nunhila, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Selasa (21/7/2020). (Foto : KKP)

Trubus.id -- Paus biru (Balaenoptera Musculus) yang mati terdampar di pantai Nunhila, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Selasa (21/7/2020), akhirnya dikuburkan di Air Cina, Desa Lifuleo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Kamis (23/7/2020) kemarin.

Sebelum dikubur,  Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang dan dokter hewan UPT Veteriner Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur melakukan nekropsi terhadap paus betina  berusia 70 – 80 tahun  tersebut, untuk mengkonfirmasi penyebab kematian.

Nekropsi terhadap paus yang  memiliki panjang 29 meter, dan lingkar badan 17 meter itu,  dilakukan dengan mengambil sampel kulit dan pengecekan organ dalam paus. 

BKKPN Kupang juga mengungkapkan bahwa tulang dari paus biru tersebut akan rekonstruksi tulang agar bisa dipajang di Museum milik pemerintah provinsi NTT.

"Sesuai arahan dari gubernur NTT, beliau menginginkan agar tulang paus biru itu direkonstruksi sehingga bisa dipajang di museum NTT di Kota Kupang sebagai sejarah," kata Kepala BKKPN Kupang Ikram Sangadji di Kupang, Kamis (25/7/2020).

Baca Lainnya : KKP Minta Warga Pantai Nunhila Jauhi Bangkai Paus 29 Meter, Berpotensi Bawa Parasit

Hal ini disampaikannya berkaitan dengan rencana rekonstruksi tulang dari paus biru yang baru terdampar dan mati di pesisir pantai Nunhila, Kota Kupang dan kemudian dikuburkan di pesisir pantai Air Cina pada pukul 14.00 wita waktu setempat.

Ia mengatakan rencana rekonstruksi tulang paus itu bertujuan agar kelak bisa menjadi pelajaran sejarah bagi siapa saja yang berkunjung ke museum tersebut.Tak hanya itu rencana rekonstruksi itu juga bisa menunjukkan kepada orang bahwa NTT merupakan daerah berkarakteristik yang memiliki banyak keunggulan khususnya di laut.

"Namun membutuhkan waktu yang cukup lama yakni sekitar dua tahun itu sudah sangat cukup," ujar dia.

Ikram menambahkan bahwa Kementerian Kelautan dan Perikanan pada tahun 2020 ini segera membangun gedung yang dinamakan cetasean center untuk menyimpan sejumlah kerangka hewan mamalia yang selama ini dikubur di beberapa pulau di NTT akibat terdampar dan mati.

"Kita akan display semua kerangka paus dan lumba-lumba yang sudah kita kuburkan beberapa tahun sebelumnya. Hal ini untuk menunjukkan bahwa NTT adalah daerah berkarakteristik yang berbeda dengan daerah lainnya.

Untuk merekonstruksi tulang paus dan lumba-lumba itu kata dia pihaknya akan bekerja sama dengan Museum Zoologi dari Fakultas Zoologi Universitas Gajah Mada (UGM).

Baca Lainnya : KKP Desain Peta Jalan Prioritas Penyelamatan 20 Jenis Ikan Terancam Punah

Hal ini karena pada tahun 2019 lalu pernah melakukan rekonstruksi tulang lumba-lumba dan berhasil saat ini dipajang di kantor BKKPN Kupang di Tenau Kota Kupang.

Ikrampun mengatakan jika rencana itu direalisasikan tentu saja akan menjadi suatu kebanggaan tersendiri tidak hanya bagi pemerintah NTT tetapi bagi masyarakat di NTT 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Ini 5 Daerah di Jawa Barat dengan Kasus Covid-19 Tertinggi

Peristiwa   11 Agu 2020 - 09:18 WIB
Bagikan:          
Bagikan: