BPBD Luwu Utara Pastikan Penyintas Terapkan Protokol Kesehatan di Pengungsian 

TrubusNews
Binsar Marulitua
20 Juli 2020   06:00 WIB

Komentar
BPBD Luwu Utara Pastikan Penyintas Terapkan Protokol Kesehatan di Pengungsian 

Para pengungsi yang merupakan warga terdampak banjir bandang di Kecamatan Masamba, Kab. Luwu Utara, Prov. Sulawesi Selatan Sabtu (18/7/2020). (KOMBEN BNPB/Ranti Kartikaningrum) (Foto : (KOMBEN BNPB/Ranti Kartikaningrum))

Trubus.id -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Utara mengakui cukup sulit melakukan protokol kesehatan saat situasi tanggap darurat bencana banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Tetapi Hal tersebut menjadi tantangan di tengah masa Pendemi Covid-19 yang masuh terjadi di Indonesia. 

“Cukup sulit melaksanakan protokol kesehatan di tengah situasi bencana. Kesadaran masyarakat akan protokol kesehatan menjadi berkurangan karena sedang dihadapkan dengan kondisi seperti saat ini,” ujar Sekretaris BPBD Kabupaten Luwu Utara Harmensyah seperti dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (19/7/2020). 

Hermansyah mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun oleh Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB, saat ini terdapat 76 titik pengungsian yang tersebar di 3 Kecamatan, antara lain Kecamatan Sabbang, Kecamatan Baebunta dan Kecamatan Masamba.

“Saat ini kapasitas warga di setiap lokasi pengungsian sekitar 70 sampai 100 orang,” ungkapnya.

Baca Lainnya : Banjir Bandang di Luwu Utara Karena Pembukaan Lahan di Hulu DAS

Selain kebutuhan air bersih, lanjut Hermansyah, tenda-tenda pengungsian juga masih dibutuhkan untuk memfasilitasi tempat tinggal sementara para warga terdampak. Kecamatan Masamba memanfaatkan gedung-gedung tertentu untuk dijadikan tempat pengungsian warga setempat.

“Kami juga membutuhkan tenda-tenda pengungsi. Untuk mengantisipasi kekurangan tenda, warga terdampak di Kecamatan Masamba menggunakan gedung-gedung sebagai lokasi pengungsian,” ucapnya.

Hermansyah juga  menambahkan bahwa dalam pelayanan para pengungsi, khususnya bagi warga yang masuk dalam kategori rentan seperti lansia, ibu hamil dan balita, pemerintah daerah setempat telah memfasilitasi pelayanan kesehatan tambahan bagi mereka.

“Bagi para lansia, ibu hamil dan balita, kami tetap berikan pelayanan khusus, khususnya dengan pelayanan kesehatan tambahan bagi mereka,” tambahnya.

Baca Lainnya : Pemerintah Siapkan 3 Langkah Penanganan Darurat Banjir Bandang di Luwu Utara

Selain melakukan evakuasi ke lokasi pengungsian yang telah disiapkan, masyarakat terdampak pascabanjir bandang di Kabupaten Luwu Utara juga melakukan evakuasi mandiri di rumah kerabat yang tidak terdampak peristiwa tersebut.

Ayu, salah satu warga terdampak yang tinggal di Jalan Salawati Daud, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara memilih untuk melakukan evakuasi ke tempat kerabat. 

Walaupun berada di tempat kerabat, Ayu mengatakan bahwa bantuan yang diberikan saat ini kurang memperhatikan kebutuhan bagi para lansia.

“Bantuan yang diberikan bermacam-macam, mulai dari baju layak pakai, makanan dan obat-obatan. Namun menurut saya kebutuhan bagi para lansia masih kurang diperhatikan. Hal ini terlihat dari bantuan yang diberikan seperti popok hanya ditujukan untuk yang memiliki balita, padahal popok juga sangat dibutuhkan oleh para lansia terlebih saat bencana seperti ini kita kesulitan untuk mendapatkan air bersih,” ujarnya saat ditemui di Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara (18/7/2020).

Sebagai informasi, banjir bandang yang terjadi di Luwu Utara pada 13 Juli 2020 terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi sejak tanggal 12 sampai 13 Juli 2020 yang menyebabkan Sungai Rongkong, Sungai Meli dan Sungai Masamba meluap.

Sampai pada Sabtu, 18 Juli 2020 pukul 07.00 WITA, korban meninggal dunia akibat peristiwa tersebut sebanyak 36 orang, korban hilang dan masih dalam pencarian 67 orang, luka dan dirawat 51 orang serta jumlah pengungsi 14.483 di tiga kecamatan, antara lain Kecamatan Sabbang, Kecamatan Baebunta dan Kecamatan Masamba.
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: