Puncak Kemarau Tertunda, Waspada Karhutla Mundur Hingga November

TrubusNews
Syahroni
18 Juli 2020   07:00 WIB

Komentar
Puncak Kemarau Tertunda, Waspada Karhutla Mundur Hingga November

ilustrasi. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Indonesia perlu ekstra waspada untuk kemungkinan timbulnya kebakaran hutan setidaknya hingga November mendatang dikarenakan adanya penundaan di musim kemarau tahun ini, kata Menteri Lingkungan dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, Jumat (17/7).

Mengutip data dari badan meteorologi, klimatologis, dan geofisika (BMKG), Siti mengatakan puncak musim kemarau di beberapa daerah di negara itu diperkirakan akan dimulai pada Agustus dan September.

Pada tahun-tahun sebelumnya, puncak musim kemarau dimulai sekitar Juli dan Agustus. Pada bulan Oktober, musim hujan akan tiba.

“Ini artinya, kita harus bekerja keras hingga Oktober dan November. Ini membuat (saya) gelisah. Kami akan terus memantau ini,” katanya dilansir dari CNA.

BMKG telah memperkirakan musim kemarau yang lebih basah tahun ini. Antara 1 Januari hingga 15 Juli tahun ini, kementerian mencatat 919 titik api di Indonesia dibandingkan dengan 1.655 titik api selama periode yang sama tahun lalu.

Tapi itu tidak berarti kementerian itu menganggap enteng kebakaran hutan, kata Siti , terutama karena saat ini negara tengah memerangi COVID-19.

"COVID-19 dan kebakaran lahan dan hutan tidak boleh terjadi secara bersamaan, saya sangat takut akan hal itu," katanya.

Untuk mencegah kebakaran berulang tahun ini, kementerian fokus pada peningkatan sistem modifikasi cuaca teknis. Ini berarti berkoordinasi erat dengan berbagai lembaga dan memiliki analisis cuaca dan iklim yang solid.

Hal ini juga meningkatkan kesadaran hukum masyarakat dengan bekerja sama dengan kepala desa, pemerintah daerah dan lembaga bencana setempat untuk mendidik masyarakat tentang kebakaran hutan dan lahan.

Kementerian juga bertujuan untuk menemukan cara alternatif pembukaan lahan yang tidak melibatkan pemotongan dan pembakaran seperti menggunakan pemotong semak, katanya.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: