Balitbangtan Kenalkan Dua Varietas Unggul Jahe Merah

TrubusNews
Astri Sofyanti
17 Juli 2020   13:00 WIB

Komentar
Balitbangtan Kenalkan Dua Varietas Unggul Jahe Merah

Jahe merah. (Foto : Kelompok Tani Hutan (KTH )/Giri Senang)

Trubus.id -- Sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia, produk rempah mendadak laris manis di pasaran. Produk herbal dipercaya dapat meningkatkan imunitas dan diklaim sebagai penangkal transmisi virus corona (Covid-19). Salah satu rempah yang banyak diburu masyarakat adalah jahe merah.

Tanaman rimpang ini memiliki kandungan gingerol dan shogaol. Keduanya merupakan senyawa yang bertanggung jawab atas efek immunomodulator yang berfungsi meningkatkan pertahanan alami tubuh untuk mengatasi berbagai infeksi virus dan bakteri, daberbagai penyakit saat imun mengalami penurunan atau penekanan.

Selain itu, jahe merah juga memiliki efek antiinflamasi dan antioksidan. Rimpang jahe merah banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku minuman kesehatan, obat herbal maupun minyak atsiri.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) telah menghasilkan varietas unggul jahe merah yaitu Jahe Merah Varietas Jahira 1 dan Jahira 2. Keduanya dilepas tahun 2007 silam.

Jahira 1 merupakan hasil seleksi dari populasi Sukabumi. Varietas ini memiliki tipe rimpang lurus, warna kulit rimpang merah, tekstur permukaan rimpang kasar, jumlah anak rimpang banyak, ukuran anak rimpang besar, bobot rimpang dapat mencapai 540 gram per rumpun, potensi produksi mencapai 15 ton per hektare, dengan mutu rimpang baik, dan dengan kadar minyak atsiri tinggi 3.41 hingga 4.24 persen. Varietas ini sangan sesuai untuk pengembangan di daerah dengan ketinggian 350-800 mdpl, tipe iklim A, B (Schmidt & Ferguson) dan jenis tanah latosol merah.

Sementara Jahira 2 memiliki warna kulit rimpang kemerahan dengan tekstur permukaan rimpang kasar, warna merah pada pangkal tunas sangat jelas. Varietas ini mengandung kadar minyak atsiri 2,94 persen (sedang), kadar pati 44,1 persen, kadar serat 6,61 persen. Rekomendasi daerah pengembangan yaitu daerah dengan ketinggian 350-800 m dpl, tipe iklim A dan B, jenis tanah latosol merah, regosol coklat.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: