Baru 22,06 % dari 689 Jenis Tumbuhan Terancam Punah Terkonvesi di Kebun Raya

TrubusNews
Binsar Marulitua
16 Juli 2020   19:00 WIB

Komentar
Baru  22,06 % dari 689 Jenis Tumbuhan Terancam Punah Terkonvesi di Kebun Raya

Ilustrasi tumbuhan obat (Foto : LIPI)

Trubus.id --  Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengungkapkan,  ada 689 jenis tumbuhan di Indonesia terancam punah.  Dari jumlah tersebut yang baru terkonversasi hanya 22,06 persen di kebun raya. 

"Masih banyak pekerjaan rumah kebun raya terutama untuk meminimalisir jenis-jenis tumbuhan yang terancam punah," jelas Kepala Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya LIPI, Hendrian  dalam diskusi virtual bersama Media, Kamis (16/7/20). 

Hendrian berharap,  jika tumbuhan di Indonesia terancam punah sudah terkonservasi di kebun raya bisa dilakukan program pemulihan. Spesies-spesies yang ada juga harus terus lestari agar tidak terancam punah.

"Ini menjadi tantangan LIPI ke depannya,” tambahnya. 

Baca Lainnya : Pakar Herbal Ungkap 30 Ribu Spesies Tanaman Belum Terekplorasi Jadi Obat

Sementara itu,  Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Laksana Tri Handoko mengungkapkan bahwa, keberadaan kebun raya tidak hanya semata-mata untuk eduwisata. Kebun raya bisa menjadi pusat penelitian, eksplorasi, hingga konservasi keanekaragaman hayati di Indonesia.

Handoko mengungkapkan dari 43 kebun raya yang ada di Indonesia, lima diantaranya berada di bawah pengelolaan LIPI. sementara 36 kebun raya dikelola pemerintah daerah dan dua lainnya di bawah pengelolaan perguruan tinggi. 

"Total ada 104.761 spesimen menjadi koleksi di seluruh kebun raya di Indonesia,"tambahnya.

Handoko mengungkapkan, keberadaan kebun raya yang dikelola LIPI dimanfaatkan untuk pengembangan dan pemanfaatan melalui berbagai riset dan eksplorasi yang bertujuan untuk menambah kekayaan keanekaragaman hayati yang nantinya akan berdampak pada peningkatan ekonomi negara melalui produk bioindustri.

“Di Indonesia ada lebih dari 30 ribu spesies tumbuhan, 800 jenis di antaranya merupakan anggota spesies herbal. Dari jumlah tersebut, baru 30 jenis ditetapkan sebagai obat herbal terstandar (OHT) dengan 12 diantaranya sudah fitofarmaka,” jelasnya. 

Baca Lainnya : LIPI Temukan Kecoa Laut Raksasa dari Kedalaman 1259 Meter di Bawah Permukaan Laut

Handoko juga memaparkan para peneliti LIPI mengembangkan berbagai spesimen, kemudian spesimen tersebut didigitalkan melalui rantai molekul untuk mendapatkan DNA, baru setelahnya dilakukan ekstraksi untuk mencari potensi tumbuhan tersebut.

“Apa yang ada di Kebun Raya Bogor menjadi asal muasal aktivitas riset. Ini yang juga membuat posisi kebun raya sangat penting di Indonesia. kekayaan hayati Indonesia kini menduduki peringkat dua dunia, Brasil masih menjadi nomor satu, tapi jika digabungkan antara kekayaan hayati di darat dan di laut Indonesia nomor satu,” tuturnya. 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Ini 5 Daerah di Jawa Barat dengan Kasus Covid-19 Tertinggi

Peristiwa   11 Agu 2020 - 09:18 WIB
Bagikan:          
Bagikan: