Berpotensi Ekspor, KKP Dorong Para "Hobbies" Ternak Ikan Rainbow Asal Papua

TrubusNews
Binsar Marulitua
15 Juli 2020   12:31 WIB

Komentar
Berpotensi Ekspor, KKP Dorong  Para "Hobbies"  Ternak Ikan Rainbow Asal Papua

Mina Mulya Didi Suspendi saat memberikan pelatihan membenihkan dan membesarkan ikan rainbow secara daring, Selasa (14/7/2020). (Foto : KKP)

Trubus.id -- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mendorong tumbuhnya usaha mikro kecil menengah (UMKM) berbasis budidaya ikan hias untuk mengadapi pelambatan ekonomi akibat covid-19. Salah satu jurusnya dengan memberikan pelatihan membenihkan dan membesarkan ikan rainbow yang punya potensi ekspor. 

Pengurus Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) Mina Mulya Didi Supendi selaku instruktur pelatihan pada Selasa (14/7/2020) mengatakan, Ikan rainbow cukup diminati di kalangan hobiis. Sesuai namanya, ikan ini memiliki warna tubuh yang indah seperti pelangi dan tubuh yang mungil dengan warna-warni yang mencolok.

Ikan rainbow (Glossolepis incisus) merupakan endemik perairan tawar tanah Papua. Ikan ini banyak ditemui di Danau Ayamaru dan Danau Sentani serta rawa-rawa berair jernih.

Ikan ini tidak agresif sehingga dapat disandingkan dengan ikan hias lainnya seperti botia, molly, dan guffy. Berukuran paling panjang sekitar 15 cm, ikan rainbow berbentuk pipih dan memiliki mulut unik menyerupai tabung.

"Total terdapat 20 jenis ikan rainbow di Indonesia," jelasnya. 

Pria yang aktif sebagai supplier bagi para eksportir dalam beberapa tahun terakhir ini mengungkapkan bahwa hingga saat ini dirinya belum mampu memenuhi permintaan pasar. Amerika Serikat, Eropa, Australia, Jepang, dan Korea menjadi beberapa negara peminat ikan rainbow dari Indonesia. 

“Ikan rainbow merupakan ikan asli dari negara kita. Peluangnya masih sangat besar untuk kita budidayakan dan pasarkan. Kalau bukan kita, siapa lagi?,” ucapnya. 

Didi menuturkan, pembesaran ikan rainbow dapat dikatakan gampang-gampang susah. Meskipun begitu, bukan berarti kegiatan ini tidak mungkin dilakukan. “Kuncinya adalah ketelitian dan taat aturan pada proses budidaya,” imbuhnya. 

Kepala Puslatluh KP Lilly Aprilya Pregiwati berharap, pelatihan yang diselenggarakan hari ini bisa memberikan inspirasi usaha baru bagi masyarakat, khususnya yang telah dan berniat untuk menekuni usaha ikan hias. 

Menurutnya, pelatihan ini bukan sekadar pemaparan langkah-langkah membenihkan dan membesarkan ikan hias rainbow. Melainkan juga mengasah kemampuan masyarakat untuk melihat peluang bisnis yang ada di sekitar. 

“Di tengah tingginya minat terhadap ikan hias, saya harap masyarakat bisa memanfaatkan peluang usaha yang ada untuk membantu perekonomian keluarga,” tambahnya. 

Menutup sambutannya, ia menyampaikan selamat beratih kepada seluruh peserta. “Selamat mengikuti pelatihan, semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi kita semua,” ucap Lilly. 

Tak lupa, ia juga menyampaikan apresiasinya kepada pengurus P2MKP Mina Mulya Didi Supendi yang telah bersedia berbagi ilmu dengan masyarakat luas. Sebagai informasi, P2MKP merupakan kelompok pembelajaran binaan BRSDM yang terdiri atas para pelaku usaha kelautan dan perikanan yang telah sukses dalam menjalankan bisnisnya.

“Semoga kesuksesan Pak Didi dalam membudidayakan berbagai jenis ikan hias ini, khususnya rainbow fish dapat ditularkan kepada seluruh peserta,” tandasnya. 

Plt. Kepala BP3 Medan Simparta Br Sitepu mengungkapkan, pelatihan yang dilakukan secara daring ini mendapat antusiasme dari masyarakat luas. Sebanyak 500 peserta dengan beragam profesi dari seluruh provinsi di Indonesia mengikuti jalannya kegiatan. Beberapa di antaranya yakni dari Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kalimantan Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Bali.

Apresiasi terhadap penyelenggaraan pelatihan pun datang dari sejumlah peserta. Ibnu Hasani, salah seorang peserta asal Batang, Jawa Tengah, menyatakan bahwa pelatihan ini membuatnya dapat memahami cara membudidayakan ikan rainbow secara mendalam. 

“Mulai dari pemijahan, pembenihan, perawatan larva dan telur, pemberian pakan yang baik dan tepat, pencegahan dan pengobatan penyakit, hingga peluang pasar yang ada,” ucapnya. 

Adapun peserta lainnya asal Jombang, Jawa Timur, Hersi Retnowati, menyatakan bahwa dirinya akan mempratikkan langsung hasil pelatihan ini. Ia akan memanfaatkan kolam-kolam bekas lele miliknya yang kini tengah kosong untuk berbudidaya ikan rainbow. Ia berharap, KKP terus memberikan konsultasi berkelanjutan ke depannya bagi para peserta.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan: