Ketersediaan Hewan Kurban 2020 Turun 3,5 Persen Akibat Terdampak Covid-19

TrubusNews
Astri Sofyanti
14 Juli 2020   18:00 WIB

Komentar
Ketersediaan Hewan Kurban 2020 Turun 3,5 Persen Akibat Terdampak Covid-19

Pedagang hewan kurban tengah bertransaksi dengan pembeli (Foto : Trubus.id)

Trubus.id -- Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat ketersediaan hewan kurban tahun ini mengalami penurunan. Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Syamsul Ma’arif mengatakan kondisi ini terjadi karena dampak dari pandemi virus corona (Covid-19).

Jumlah ternak hewan kurban tahun ini yang akan dipotong secara nasional diprediksi berjumlah 1.802.651 ekor. Dari jumlah tersebut domba sebanyak 392.185 ekor, kambing 853.212 ekor, kerbau 15.653 ekor, sapi 541.568 ekor.

Dirinya menyebut jumlah tersebut turun sekitar 3,5 persen dari jumlah pemotongan hewan kurban tahun 2019.

“Meski turun, ketersediaan stok hewan kurban lokal cukup untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban tahun 2020, jumlah ternak yang tersedia diperkirakan sebanyak 2.163.141 ekor yang terdiri dari domba 470.622 ekor, kambing 1,023,854 ekor, kerbau 18.784 ekor, sapi 649.881 ekor,” kata Syamsul melalui keterangan resminya, Selasa (14/7/20).

Baca Lainnya : Gugus Tugas Nasional Siapkan 4 Aturan Pemotongan Hewan Kurban

Menjelang Perayaan Idul Adha, dirinya mengungkapkan bahwa Kementan melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) juga memberikan sosialisasi melalui penanyangan infografis di media sosial tentang pelaksanaan pemotongan hewan kurban dalam masa pandemi covid- 19.

Beberapa panduan yang disosialisasikan adalah cara penyelenggaraan kegiatan jual beli di tempat penjualan hewan kurban saat covid-19, panduan pencegahan dan pengendalian covid-19 di rumah potong hewan ruminansia. Serta langkah panduan pelaksanaan kegiatan kurban di fasilitas pemotongan (di Luar RPH).

Adapun pemberian Buku Saku Pelaksanaan Pemotongan Hewan Kurban Dalam Situasi Wabah Bencana Nonalam Corona Virus Disease (Covid-19) sebagai panduan bagi petugas pemantau hewan kurban baik di lapangan.

Selain itu, Ditjen PKH juga meningkatkan dalam pengawasan pemotongan hewan kurban dengan menjamin kesehatan hewan kurban bebas bebas zoonosis (penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia). Proses penyembelihan hewan kurban juga dijamjn memenuhi syariat Islam dan kesejahteraan hewan.

Baca Lainnya : Tata Cara Pelaksanaan Pemotongan Hewan Kurban di Masa pandemi Covid-19

“Kementan juga menjamin distribusi daging hewan kurban kepada mustahiq (penerima kurban) memenuhi persyaratan higiene sanitasi dan keamanan pangan,” tegasnya.

Sebagai langkah nyata pemenuhan persyaratan tersebut, sejak 2016 lalu, Ditjen PKH telah melaksanakan program penataan pelaksanaan kurban nasional. Penataan ini dilakukan melalui fasilitasi lokasi-lokasi pemotongan hewan kurban dalam jumlah besar untuk menjadi percontohan fasilitas dengan persyaratan minimal yang harus dipenuhi untuk melakukan pemotongan hewan kurban.

Sampai tahun 2019, pembangunan fasilitas percontohan pemotongan hewan kurban telah dilaksanakan di 24 lokasi di seluruh provinsi di Indonesia seperti Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Timur, Papua, DKI Jakarta, dan Jawa Tengah, Banten dan NTB. Rencananya pada tahun 2020 akan dialokasikan di dua Provinsi (Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan), namun dengan kebijakan refocusing anggaran fasilitasi terhadap dua lokasi tersebut ditangguhkan.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: