Serangan Hama Tikus Resahkan Petani di Kabupaten Musi Banyuasin, Kementan Terjunkan Tim Pengendali OPT

TrubusNews
Astri Sofyanti
13 Juli 2020   14:00 WIB

Komentar
Serangan Hama Tikus Resahkan Petani di Kabupaten Musi Banyuasin, Kementan Terjunkan Tim Pengendali OPT

Serangan hama tikus resahkan petani di Kabupaten Musi Banyuasin. (Foto : Dok. Kementerian Pertanian)

Trubus.id -- Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi Sumatera Selatan menurunkan tim pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) untuk memberantas hama tikus yang menyerang ribuan hektare lahan pertanian di 12 Desa, Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin. Serangan hama tikus ini meresahkan petani di wilayah tersebut karena mengakibatkan gagal panen.

Serangan hama tikus terjadi di Kecamatan Lalan menyebar hingga ke 12 desa seperti Karangsari, Karang Agung, Galih Sari, Madya Mulya, Prumpung Raya, Karang Rejo, Karang Makmur, Karang Mukti, Suka Jadi, Sri Gading, Purwa Agung, Karang Tirta. Serangan hama tikus di Kecamatan Lalan Kabupaten Musi Banyuasin tidak sampai ribuan hektare.

Baca Lainnya : Kemarau Tiba, Kementan Antisipasi Pola Prilaku Hama yang Lebih Resisten dan Ganas

Kepala BPTPH Provinsi Sumatera Selatan Tuti Murti mencatat, total lahan pertanaman padi yang serang hama tikus mencapai 354 hektare. Sebagai respon cepat, dirinya mengakui telah melakukan berbagai upaya pengendalian sejak awal Juli lalu.

“Saat ini beberapa lokasi pertanaman padi yang terserang hama tikus sudah mulai panen. Serangan hama tikus di Kecamatan Lalan ini terjadi pada pertanaman padi IP (Indeks Pertanaman) 200,” kata Tuti melalui keterangan tertulis yang diterima, Senin (13/7/20).

Pertanaman di lokasi tersebut jadwal tanamnya mundur dari waktu yang sudah ditentukan dan pertumbuhannya terganggu karena kandungan pirit (FeS2) pada lokasi tersebut cukup tinggi, yang menyebabkan pertanaman tumbuh merana bahkan beberapa diantaranya mati. Petani kurang semangat merawat dan memelihara pertanaman padinya, dan cenderung dibiarkan saja, terutama di Desa Galih Sari yang domisili petaninya jauh dari lokasi pertanaman.

“Karena kondisi inilah kemudian pertanaman diserang hama tikus sehingga kondisi pertanaman semakin terganggu,” tambah Tuti.

Dirinya mengungkapkan kondisi pertanaman padi yang diserang hama tikus ini pada akhir bulan Mei kemarin sudah terpantau oleh petugas POPT setempat dan petugas POPT sudah melakukan gerakan pengendalian tikus bersama petani. Untuk mengatasi serangan hama tikus di lahan pertanaman padi Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin, petugas POPT bersama dengan petani telah melakukan kegiatan gerakan pengendalian tikus.

“Beberapa kali kegiatan pengendalian telah dilakukan dan sampai saat ini gropyokan dan pengemposan tikus masih terus dilakukan. Untuk mendukung kegiatan gerakan pengendalian tikus ini pemerintah siap membantu menyediakan sarana pengendalian berupa rodentisida dan alat pengempos,” ujarnya.

Sementara itu di tempat terpisah Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi meminta petugas POPT dan petugas pendamping lapangan lainnya seperti penyuluh pertanian, dan mantri tani supaya bersama-sama terus mendampingi dan mengawal petani dalam mengamankan produksi padinya sampai panen. Pasalnya, sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, produksi pangan khususnya padi harus selalu terjamin walau dihadapkan kondisi apapun dan Kementan selalu siap membantu petani.

Baca Lainnya : Kementan Kenalkan Pestisida Nabati Sebagai Solusi Jitu Basmi Hama Siput di Lahan Pertanian

“Untuk kebutuhan sarana pengendalian Kementerian Pertanian siap membantu menyediakannya. Misalnya obat-obatan dan berbagai jenis bantuan lainya,” ucap Suwandi.

Sementara itu, Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Edi Purnawan menambahkan untuk menangani serangan hama tikus pada tanaman pangan, Kementanakan mengawal penuh upaya-upaya pengendalian hama tersebut. Pengendalian hama tikus harus dilakukan secara serentak, bersama-sama dan terus-menerus oleh petani.

Ia mengungkapkan, gerak cepat para pemangku kepentingan usaha tani padi di Provinsi Sumatera Selatan dan jajaran Kementan ini selaras dengan pernyataan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL). Yakni eluruh jajaran Kementan dari pusat sampai daerah harus bahu membahu untuk aktif turun membantu petani mengamankan produksi padi dari ancaman serangan hama tikus dan hama lainnya yang mengancam produksi pangan nasional.

“Untuk mengatasi serangan hama tikus, Bapak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo perintahkan jajaran Kementan dari pusat sampai daerah untuk terus aktif turun, mendampingi petani dan bersama stake holder lainnya terus giat melakukan pengendalian hama tersebut agar tidak mengancam produksi pangan kita,” beber Edi.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: