MUI Keluarkan Fatwa Penyembelihan Hewan Kurban Saat Pandemi Covid-19

TrubusNews
Astri Sofyanti
13 Juli 2020   10:00 WIB

Komentar
MUI Keluarkan Fatwa Penyembelihan Hewan Kurban Saat Pandemi Covid-19

Ilustrasi - Proses pemotongan daging kurban usai disembelih. (Foto : Trubus.id)

Trubus.id -- Majelis Ulama Indonesia atau MUI telah mengeluarkan Fatwa pelaksanaan Sholat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban di masa pandemi Covid-19. Pedoman tersebut tercantum dalam Fatwa MUI nomor 36 tahun 2020 tentang Sholat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban saat pandemi Covid-19.

Fatwa yang telah ditandatangani pada 6 Juli lalu ini meyatakan pelaksanaan Sholat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban harus menerapkan protokol kesehatan.

Baca Lainnya : Kementan Keluarkan Rekomendasi Kegiatan Kurban di Masa Pandemi Covid-19

“Ibadah kurban hukumnya adalah sunnah muakkadah, dilaksanakan dengan penyembelihan hewan ternak. Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban harus tetap menjaga protokol kesehatan untuk mencegah dan meminimalisir potensi penularan,” tulis MUI dalam keterangan tertulisnya.

Pedoman pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di masa pandemi Covid-19:

1. Pihak yang terlibat dalam proses penyembelihan saling menjaga jarak fisik (physical distancing) dan meminimalisir terjadinya kerumunan.

2. Selama kegiatan penyembelihan berlangsung, pihak pelaksana harus menjaga jarak fisik (physical distancing), memakai masker, dan mencuci tangan dengan sabun selama di area penyembelihan, setiap akan mengantarkan daging kepada penerima, dan sebelum pulang ke rumah.

3. Penyembelihan kurban dapat dilaksanakan bekerja sama dengan rumah potong hewan dengan menjalankan ketentuan Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 12 Tahun 2009 tentang Standar Sertifikasi Penyembelihan Halal.

4. Dalam hal ketentuan pada angka 3 tidak dapat dilakukan, maka penyembelihan dilakukan di area khusus dengan memastikan pelaksanaan protokol kesehatan, aspek kebersihan, dan sanitasi serta kebersihan lingkungan.

5. Pelaksanaan penyembelihan kurban bisa mengoptimalkan keluasan waktu selama 4 (empat) hari, mulai setelah pelaksanaan sholat Idul Adha tanggal 10 Dzulhijjah hingga sebelum maghrib tanggal 13 Dzulhijjah.

6. Pendistribusian daging kurban dilakukan dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan.

MUI juga menyatakan, kurban tidak dapat diganti uang atau barang lain yang senilai meski ada hajat dan kemaslahatan yang dituju. Namun ibadah kurban dalam dilakukan dengan cara taukil yaitu menyerahkan sejumlah dana seharga hewan ternak pada pihak lain.

Baca Lainnya : Kementan Ingatkan Hewan Kurban Harus Penuhi Persyaratan ASUH Ketika Disembelih

Pihak yang menerima uang tersebut bisa individu atau lembaga yang bertanggung jawab. Selanjutnya uang digunakan untuk membeli, merawat, meniatkan, menyembelih, dan membagikan daging kurban.

Rekomendasi MUI terkait pelaksanaan kurban Idul Adha saat pandemi Covid-19:

1. Pengurus masjid perlu menyiapkan penyelenggaraan penyembelihan hewan kurban sesuai fatwa.

2. Umat Islam yang mempunyai kemampuan dihimbau untuk melaksanakan kurban baik dilaksanakan sendiri atau diwakilkan (taukil).

3. Panitia kurban agar memfasilitasi jamaah yang hendak melaksanakan ibadah kurban dengan berpedoman pada fatwa.

4. Panitia kurban menghimbau kepada umat Islam yang tidak terkait langsung dengan proses pelaksanaan ibadah kurban agar tidak berkerumun menyaksikan pemotongan.

5. Panitia kurban dan Lembaga Sosial yang bergerak di bidang pelayanan ibadah kurban perlu menjadikan fatwa ini sebagai pedoman.

6. Pemerintah perlu menjamin keamanan dan kesehatan hewan kurban, serta menyediakan sarana prasarana untuk pelaksanaan penyembelihan hewan kurban melalui rumah potong hewan (RPH) sesuai dengan fatwa MUI tentang standar penyembelihan halal.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: