KKP Perkenalkan Inovasi Pakan Pembesaran Lobster Pasir

TrubusNews
Binsar Marulitua
10 Juli 2020   15:00 WIB

Komentar
KKP Perkenalkan Inovasi Pakan Pembesaran Lobster Pasir

Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP) memberikan penyuluhan masyarakat di Kelompok Pembudidaya Ikan Geger Girang, Dusun Telong Elong, Desa Jerowaru, Kec. Jerowaru, Prov. Nusa Tenggara Barat pada Kamis (9/7/2020). (Foto : Humas KKP)

Trubus.id -- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil menghasilkan teknologi inovasi pakan pembesaran lobster pasir. Sebagai tindak lanjut, Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP) membuka percontohan penyuluhan masyarakat di Kelompok Pembudidaya Ikan Geger Girang, Dusun Telong Elong, Desa Jerowaru, Kec. Jerowaru, Prov. Nusa Tenggara Barat pada Kamis (9/7/2020).

Kepala Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluhan Perikanan (BBRBLPP), Gondol Bambang Susanto menyampaikan, percontohan ini merupakan salah satu upaya untuk mengimplementasikan pengelolaan lobster sesuai dengan Permen KP No. 12/PERMEN-KP/2020 tentang Pengelolaan Lobster (Panulirus Spp.), Kepiting (Scylla Spp.), dan Rajungan (Portunus Spp.) di Wilayah Negara Republik Indonesia.

“Percontohan ini kita awali dengan sosialisasi pada hari ini. Kita akan coba bagaimana meningkatkan pendapatan pelaku utama dan masyarakat,” ucap Bambang. 

Bambang mengatakan, percontohan yang rencananya akan dilaksanakan hingga November 2020 ini bertujuan untuk mendiseminasikan teknologi budidaya lobster agar dapat diadopsi oleh masyarakat.

Baca Lainnya : Simak Pedoman Persyaratan Budidaya Lobster Terbaru dari KKP

Selain itu, kegiatan juga bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan teknologi hasil riset di bidang lobster. 

“Kami juga mengharapkan percontohan ini dapat memberikan keterampilan bagi pelaku utama sehingga bisa mandiri ke depannya,” imbuhnya. 

Kepala Puslatluh KP Lilly Aprilya Pregiwati  memberikan apresiasi tinggi kepada Kepala BBRBLPP Gondol dan seluruh jajarannya. Ia mengatakan bahwa pelatihan terkait pakan pembesaran lobster pasir yang dikerjakan telah ditunggu-tunggu oleh masyarakat. 

Pasalnya, saat ini pertumbuhan lobster pasir cenderung membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan lobster mutiara untuk mencapai ukuran yang sama. 

“Mudah-mudahan, ini bisa menjadi suatu way out yang bisa membantu masyarakat yang melakukan budidaya lobster. Bersamaan dengan recovery ekonomi yang lebih baik pada waktunya nanti, kita akan bisa menghasilkan lobster pasir yang pertumbuhannya lebih baik, dengan harga yang tentu akan mengikutinya,” tuturnya. 

Lilly menjelaskan bahwa, dipilihnya pakan pembesaran lobster pasir menjadi percontohan penyuluhan dikarenakan memenuhi empat kriteria. Pertama, dapat dikuasai secara teknologi. Kedua, menguntungkan secara ekonomi. Ketiga, dapat diterima masyarakat secara sosial. Keempat, ramah lingkungan. 

Sementara terkait lokasi percontohan yang terletak di Kab. Lombok Timur, ia menjelaskan bahwa pemilihan dilakukan karena wilayah ini merupakan salah satu sentra lobster di Indonesia.  

Baca Lainnya : Kiara Ungkap Negara Hanya Terima Rp15.000 dari 60.000 Ekspor Benih Lobster

Lilly berharap, kegiatan ini bermanfaat untuk mengoptimalkan industri perikanan budidaya sehingga dapat menyerap lapangan pekerjaan dan memenuhi kebutuhan protein masyarakat. Hal ini sejalan dengan mandat Presiden Joko Widodo kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

“Sekecil apa pun kontribusi yang kita berikan, tentunya kalau kita lakukan secara fokus, ini akan menjadi suatu awal yang sangat baik untuk mendukung agar industri perikanan berkembang degan baik,” tuturnya. 

Guna menyukeskannya, ia mengajak seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, untuk terus bekerjasama mengoptimalkan potensi lobster yang ada di Lombok Timur. Ia pun mengucapkan apresiasi kepada pemda setempat yang telah memberikan dukungan hing saat ini. 

“Dukungan dari pemerintah daerah itu menjadi penting karena potensi lobster yang luar biasa di Lombok Timur ini tidak akan berkembang kalau kita tidak berkolaborasi,” ucapnya. 

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Lombok Timur Haryadi menyambut baik kehadiran percontohan pakan pembesaran lobster pasir di wilayanya. Ia menyampaikan bahwa saat ini wilayahnya masih kekurangan produksi budidaya perikanan laut, baik lobster maupun rumput laut. Hal ini disebabkan oleh kelangkaan pakan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. 

Baca Lainnya : Miris, Peningkatan Benih Bening Lobster di Alam Malah Pacu Penyelundupan

“Mudah-mudahan usaha percontohan penyuluhan pakan ini bisa berhasil sehingga produksi budidaya laut kita akan semakin meningkat. Terutama berkaitan dengan produksi lobster,” imbuhnya. 

Ditemui secara terpisah, Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Sjarief Widjaja menyatakan bahwa pihaknya tengah memetakan 387 kelompok binaan penyuluh di Lombok. Ke depannya, para penyuluh akan terus dibekali dengan berbagai pelatihan mendalam tentang pembesaran lobster agar bisa mendukung  masyarakat pelaku usaha ataupun yang tertarik untuk berbudidaya. 

“Kita kelompokkan penyuluh mana yang berperan untuk budidaya, pengolahan, penangkapan, dan sebagainya. Mereka akan terus diberikan pelatihan tentang penangkapan benih lobster yang benar, pembesaran, pengemasan, dan sebagainya sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: