Gandeng IDI, Kementan Lakukan Penelitian Lanjutan Tanaman Eucalyptus

TrubusNews
Astri Sofyanti
08 Juli 2020   17:17 WIB

Komentar
Gandeng IDI, Kementan Lakukan Penelitian Lanjutan Tanaman Eucalyptus

Mentan Syahrul Yasin Limpo (kiri) dan Ketua Umum Pengurus Besar IDI Daeng M. Faqih (kanan) usai melakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Badan Litbang Pertanian dengan IDI, di Kementerian Pertanian Rabu (8/9/20). (Foto : Dok. Kementerian Pertanian)

Trubus.id -- Badan Penelitian Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) telah menggelar penandatangan MOU dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Penandatangan ini bertujuan untuk kolaborasi penelitian lanjutan tanaman obat sebagai kandidat anti-virus dan obat, sebagai upaya penanganan virus corona (Covid-19).

Sekretaris Badan Litbang Pertanian Haris Sihabudin mengungkapkan, ada empat varian produk eucalyptus yang telah didaftarkan sebagai paten di Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham).

“Antara lain formula aromatik antivirus dengan nomor pendaftaran paten P00202003578, inhaler bernomor P00202003574, ramuan serbuk bernomor P00202003580, dan minyak atsiri eucalyptus,” kata Haris, dalam keterangan tertulisnya.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pertanian (Mentan) Syharul Yasin Limpo mengungkapkan bahwa kerjasama ini menandakan bahwa hasil penelitian Balitbangtan sepenuhnya akan diserahkan kepada IDI untuk dilakukan uji klinis dan riset-riset lainnya sesuai dengan prosedur yang ada.

Baca Lainnya : IDI Nilai Pengembangan Eucalyptus Sebagai Antivirus Dapat Menekan Impor Obat

“Sudah lima bulan negara kita diliputi oleh tekanan akibat kebaradaan virus. Oleh karena itu kita tidak diam, apapun akan kita lakukan demi bangsa dan negara,” papar Mentan saat menyaksikan penandatanganan kerjasama tersebut di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Rabu (8/7/20).

 Terlebih, pihaknya memiliki balai penelitian yang menangani komoditas tanaman obat. Kementan juga memiliki Balai Besar Pascapanen. Selain itu kementan juga memiliki Balai Besar Veteriner yang memiliki fasilitas laboratorium yang memedai untuk meneliti virus. Fasilitas ini, kata dia, bisa dimanfaatkan oleh IDI untuk melakukan pengembangan riset dan uji klinis.

“Kami memiliki 300 an profesor dan peneliti yang berkompeten, bahkan kami pernah berkontribusi dalam penanganan wabah flu burung. Tidak ada alasan untuk kita tidak membantu negara,” beber Syahrul.

Untuk itu, Mentan berharap kerjasama ini dapat mempercepat penelitian tanaman eucalyptus agar bisa dimanfaatkan masyarakat luas dan membantu negara dalam menanggulangi wabah pandemi Covid-19.

Sementara itu, Ketua IDI Daeng Muhammad Faqih, menilai kerjasama ini akan menciptakan suatu terobosan yang memberikan harapan dan dorongan terhadap Indonesia dalam memerangi wabah virus.

Baca Lainnya : Kementan Lakukan Penelitian dan Uji Laboratorium Antivirus Eucalyptus

“Dunia kesehatan sebenarnya banyak menggunakan bahan dari Indonesia. Namun sampai sekarang memang belum dibudidayakan untuk dilakukan riset. Untuk itu kami siap menggali potensi bangsa supaya betul-betul dimanfaatkan di dalam industri kesehatan maupun dalam pelayanan kesehatan,” jelasnya.

Menurutnya, ada dua hal penting yang ingin dilakukan. Pertama berkomitmen untuk mendorong semua inovasi yang berbasis riset anak bangsa dan harus didorong dan diteliti dengan baik. Kedua supaya memberikan manfaat dsri hasil riset kepada bangsa dan memanfaatkan sebesar-besarnya tantangan dan peluang yang sedang dihadapi.

“Barangkali sekarang inilah saatnya peluang kita bisa menggali dan dorong penelitian dalam negeri supaya nantinya bisa dimanfaatkan oleh bayak masyarakat,” tutup Daeng.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: