Dokter Reisa Sebut Ada 3 Langkah Kunci Menuju Zona Aman Covid-19

TrubusNews
Astri Sofyanti
06 Juli 2020   18:00 WIB

Komentar
Dokter Reisa Sebut Ada 3 Langkah Kunci Menuju Zona Aman Covid-19

Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Gugus Tugas Nasional dokter Reisa Broto Asmoro dalam konferensi pers terkait penanganan Covid-19 di Media Center Percepatan Penanganan Covid-19, Graha BNPB, Jakarta, Senin (6/7/20). (Foto : Dok. BNPB)

Trubus.id -- Penularan virus corona (Covid-19) masih terjadi hingga hari ini di Indonesia bahkan dunia. Mengingat masih tingginya potensi penyebaran Covid-19, Gugus tugas nasional dan daerah bersinergi untuk mengajak semua komponen bangsa untuk menjadikan wilayah-wilayah aman Covid-19.

Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Gugus Tugas Nasional dokter Reisa Broto Asmoro menyampaikan bahwa dinamika perubahan zonasi berdasarkan tingkat risiko sangat dipengaruhi berbagai indikator. Gugus Tugas Nasional menetapkan pemetaan zonasi dengan warna hijau, kuning, oranye dan merah. Kategorisasi warna tersebut mewakili pencapaian indikator epidemiologi, dan data kesehatan masyarakat. Warna hijau menunjukkan wilayah tanpa penularan Covid-19, sedangkan warna lain menunjukkan tingkat risiko penularan sedang hingga tinggi.

“Namun mesti diingat, perubahan atau dinamika zonasi kabupaten-kota sangat tinggi. Bisa saja sebuah wilayah berpindah dari zona risiko rendah menjadi zona risiko tinggi. Biasanya, apabila ada yang tidak lagi disiplin menerapkan protokol kesehatan,” kata dokter Reisa pada konferensi pers di Media Center Gugus Tugas Nasional, Graha BNPB, Jakarta, Senin (6/7/20).

Ia mengatakan, minggu lalu ada 53 kabupaten/kota dengan risiko kenaikan kasus yang tinggi.  Sedangkan berisiko sedang berjumlah 177 kabupaten/kota dan berisiko rendah 185 kabupaten/kota dengan risiko rendah.

“Serta ada 99 kabupaten/kota tidak terdampak atau tidak ada kasus baru,” tambahnya.

Ia menyampaikan bahaw angka-angka itu dapat berubah dan data terkini akan diumumkan oleh Tim Pakar Gugus Tugas Nasional.

Dokter Reisa menyampaikan, data gugus tugas mencatat perubahan peta zonasi risiko rendah dan tidak terdampak per akhir bulan lalu. Jumlah wilayah tersebut pada 31 Mei 2020 berjumlah 46,7 persen sedangkan per 28 Juni 2020 bertambah menjadi 55,3 persen. Ini merupakan kabar baik dalam penanganan Covid-19 di Indonesia.

Menurutnya, ada tiga langkah kunci untuk menuju zona aman Covid-19. “Pertama, pengawasan ketat oleh pemerintah daerah,” ujarnya menambahkan.

Kedua, kedisiplinan seluruh anggota masyarakat. Mulai dari para tokoh agama dan budaya, akademisi, dunia usaha, serta media massa.

Ketiga, visi bahwa daerah yang lebih sehat akan membuat masyarakat lebih produktif, dan wilayah tersebut, jauh lebih kompetitif. Baik dari sisi kualitas sumber daya manusia, maupun dari sisi persepsi positif citra daerah tersebut.

Dokter Reisa menekankan bahwa keberhasilan bersama melalui pandangan tersebut hanya dapat diraih melalui gotong royong.

“Bekerja bersama mendisiplinkan diri, melakukan perubahan, menerapkan adaptasi kebiasaan baru. Ingat, jaga jarak aman 1 sampai 2 meter, pakai masker dengan benar, cuci tangan minimal 20 detik, dan menjalankan perilaku hidup bersih dan gaya hidup sehat,” tutup dokter Reisa.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: