Tingkatkan Imunitasi di Tengah Pandemi Covid-19, KKP Ajak Masyarakat Perbanyak Konsumsi Ikan

TrubusNews
Astri Sofyanti
06 Juli 2020   15:00 WIB

Komentar
Tingkatkan Imunitasi di Tengah Pandemi Covid-19, KKP Ajak Masyarakat Perbanyak Konsumsi Ikan

Perbanyak konsumsi ikan bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh. (Foto : pixabay.com)

Trubus.id -- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus melakukan kampenye makan ikan untuk meningkatkan daya tahan tubuh di masa pandemi Covid-19 kepada masyarakat di Kecamatan Pondoksalam dan Kecamatan Cempaka, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat baru-baru ini.

KKP sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang ikan patin dan ikan dori yang akhir akhir ini ramai diperbincangkan masyarakat.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Nilanto Perbowo mengungkapkan, setiap kegiatan kampanye Gemarikan KKP selalu memberikan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat makan ikan serta kandungan gizi di dalamnya.

Pada kesempatan yang sama KKP juga menyerahkan bantuan 2,76 ton ikan segar untuk masyarakat Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Penyerahan bantuan ini dalam rangka kampanye Gerakan Memasyarakatan Ikan (Gemarikan) di wilayah tersebut.

Total bantuan paket Gemarikan berupa ikan segar sebanyak 2,76 ton itu terdiri dari ikan gurame, patin, ikan mas, grass carp, dan ikan nila. Ikan-ikan tersebut dibeli dari usaha tambak masyarakat di Waduk Jatiluhur, Waduk Cirata, Sadang dan sekitarnya.

”Selain edukasi kita juga mengenalkan kepada masyarakat ikan-ikan lokal Indonesia. Untuk itu setiap bantuan ikan yang kita berikan pasti berupa ikan-ikan lokal baik berupa ikan segar maupun produk-produk olahannya yang diproduksi oleh UMKM setempat,” kata Nilanto melalui keterangan persnya, Senin (6/7/20).

Dalam kegiatan Gemarikan kali ini, KKP memberikan edukasi tentang ikan dori. Nilanto menerangkan bahwa nama dori yang selama ini dikenal masyarakat adalah merek dagang yang digunakan Vietnam untuk memasarkan produk fillet ikan patin. Bukan ikan Jhon Dory yang hidup di laut.

“Ini merupakan salah satu praktek mislabelling atau pelabelan nama ikan yang salah. Hal ini bisa dimasukan kedalam kategori penipuan terhadap konsumen,” ujar Nilanto.

Dirinya juga mengajak masyarakat untuk membeli produk patin dalam negeri. Indonesia sudah punya brand "Indonesian Pangasius-The Better Choice" sejak dua tahun lalu. Brand ini merepresentasikan produk pangasius Indonesia yang lebih baik dari para pesaingnya.

“Pangasius Indonesia dikembangkan dengan probiotik, bukan dengan antibiotik sehingga menjadi pilihan yang sehat. Selain itu, pangasius Indonesia dibudidayakan di kolam dengan air tanah yang bersih dengan kepadatan yang lebih rendah,” lanjutnya.

Ikan patin fillet menduduki posisi sebagai produk populer di retail modern untuk konsumen rumah tangga, industri jasa makanan, hotel, restoran, catering (horeca) dan penerbangan.

“Kendala utama adalah masyarakat yang sudah terlanjur salah kaprah, ditawarin dori mau tapi begitu ditawarin patin nggak mau. Inilah yang akan kita lurusin,” ujarnya menambahkan.

Edukasi terkait dori dan patin ini sangat penting dilakukan, sambung Nilanto, karena milenial mulai menggemari produk olahan ikan. Fillet patin termasuk yang sering disajikan di restaurant atau kafe sebagai makanan fish and chips. "Pengelola restaurant atau cafe harus memastikan bahwa fillet patin yang diolah adalah patin dalam negeri dan bukan impor dari Vietnam," tegas Nilanto.

Tips membedakan fillet patin lokal dengan impor adalah dari warna. Dimana yang lokal warna dagingnya orange, kekuningan, pink, krem dan putih, tergantung jenis dan kondisi lokal ikan berasal. Sedangkan fillet patin impor warna dagingnya sangat putih karena menggunakan zat pemutih. Selain itu berat daging fillet patin lokal setelah dicairkan tidak berkurang jauh, beda dengan filllet patin impor yang begitu dicairkan berat ikan sangat jauh berkurang.

Sementara itu, kampanye Gemarikan di Purwakarta disambut antusiasme warga karena mengandung unsur tradisional "ngagubyag empang". Di mana warga ramai-ramai turun ke empang lalu menangkap ikan menggunakan tangan kosong.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: