4 Tips Kunci Peningkatan Benih dan Varietas Cabai Rawit Tahan Berbagai Penyakit

TrubusNews
Binsar Marulitua
04 Juli 2020   14:00 WIB

Komentar
4 Tips Kunci Peningkatan Benih dan Varietas Cabai Rawit Tahan Berbagai Penyakit

ilustrasi bertani cabe rawit (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Peneliti dan dosen IPB University dari Departemen Agronomi dan Hortikultura, Prof Dr Sobir mengatakan, cara meningkatkan ketersediaan benih dan varietas cabai rawit bermutu untuk petani Indonesia, yaitu dengan melakukan perakitan varietas baru yang sesuai dengan tantangan lingkungan seperti tahan penyakit virus kuning, hama tungau dan kutu serta lalat buah. 

"Upaya perakitan varietas baru yang sesuai dengan tantangan lingkungan akan memacu produksi tinggi dan tingkat kepedasan yang sesuai dengan standar yang diminta pasar. Selanjutnya varietas tersebut diproduksi menjadi benih bermutu oleh penangkar bertanggungjawan dan disertifikasi," jelas Sobir melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi Trubus.id, Sabtu (4/7/2020). 

Sobir menjelasakan langkah-langkah cara petani cabai rawit dalam menghadapi tantangan dengan ragam hama penyakit adalah dengan menjalankan prinsip Pengelolaan Hama Terpadu (PHT).

Pertama, pendekatan budidaya yaitu dengan pemilihan varietas yang tahan penyakit, tanah dibiarkan terbuka setelah dibalik selama satu minggu, penggunaan mulsa plastik hitam perak, eradikasi gulma inang hama dan penyakit serta pengamatan teratur dengan membuang bagian tanaman yang sakit.

Cara yang  kedua adalah pendekatan biologis yaitu dengan penggunaan musuh alami hama dan penyakit, aplikasi pemanfaatan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) pada saat pembibitan dan  penanaman tanaman pencegah di sekeliling kebun.

"Yang ketiga dengan pendekatan fisik/mekanis yang terdiri dari penggunaan atraktan atau lampu penarik serangga, penggunaan kain kasa pada bedengan persemaian maupun di sekitar pertanaman, penggunaan perangkap air berwarna kuning, mengumpulkan buah yang terserang kemudian dimusnahkan dengan cara dibakar,"tambahnya,

Salanjutnya yang keempat dengan cara kimiawi. Apabila cara lain tidak dapat menekan populasi hama dan berdasarkan hasil pengamatan intensitas serangan lebih besar dari 15 persen per tanaman, dapat diaplikasikan dengan pestisida efektif dan terdaftar.

Ia menambahkan, untuk budidaya cabai rawit yang baik dan menghasilkan panen yang melimpah, ada beberapa langkah yang bisa diterapkan. Yakni petani harus melakukan pemilihan waktu tanam yang tepat, penggunaan varietas yang sesuai dengan lokasi dan musim tanam, lalu penggunaan PGPR pada saat perendaman benih sebelum persemaian, melakukan persemaian dan pembibitan yang bersih dari hama dan penyakit sebelum pindah ke lapang. 

"Selanjutnya, pengolahan tanah yang baik dan penggunaan mulsa plastik hitam perak, melakukan pemupukan yang sesuai, didukung dengan irigasi yang memadai sesuai ketersediaan air dan pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) sesuai pendekatan PHT secara disiplin," tambahnya. 

 Sobri juga memberikan masukan agar petani cabai rawit berhasil dalam proses budidaya dengan baik, diperlukan pengetahuan yang cukup untuk pelaksanaan penanaman yang baik. 

Perlunya pemahaman mengenai waktu tanam yang optimum, harus ada penyediaan sarana produksi yang efisien, kemudian penyediaan tenaga kerja yang terampil dan berdedikasi, disiapkan penyediaan sumber air irigasi dan penyediaan sarana dan prasarana panen.

"Untuk meningkatkan kesejahteraan petani cabai rawit di Indonesia, petani cabai rawit harus kompak membentuk kelompok usaha dalam satu kawasan agar penyediaan sarana lebih efisien, dapat terjadi pertukaran teknologi dengan baik, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) lebih efisien, proses produksi lebih optimum dan pemasaran lebih menguntungkan,"pungkasnya.


 
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: