Kiara Ungkap Negara Hanya Terima Rp15.000 dari 60.000 Ekspor Benih Lobster

TrubusNews
Binsar Marulitua
03 Juli 2020   15:20 WIB

Komentar
Kiara Ungkap Negara Hanya Terima Rp15.000 dari  60.000 Ekspor Benih Lobster

Ilustrasi. Ekspor Benih Lobster (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) mengungkapkan, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sangat kecil sekali dari ekspor benih lobster. Berdasarkan data Bea dan Cukai pada tanggal 12 Juni 2020, negara hanya memperoleh sebesar Rp15.000 dari 60.000 ekor benih lobster yang diekspor.

“Berdasarkan data Bea dan Cukai pada tanggal 12 Juni 2020, PNBP yang diperoleh negara hanya sebesar Rp.15.000 dari 60.000 ekor benih lobster yang diekspor. Angka yang sangat miris sekali. Jika negara hanya mendapatkan Rp.15.000 per 60.000 ekor, maka berapa yang didapatkan oleh nelayan? Fakta ini menunjukkan perusahaan ekspor lobster menang banyak,” jelas Sekretaris Jenderal KIARA, Susan Herawati melalui keterangan tertulis. 

Susan menjelaskan, KIARA meminta Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo untuk membatalkan Permen KP No. 12 tahun 2020 karena dampak buruknya bagi nelayan, keberlanjutan ekosistem perairan, dan perekonomian negara sangat besar. 

Baca Lainnya : Simak Pedoman Persyaratan Budidaya Lobster Terbaru dari KKP

“Ada mandat yang lebih penting dan harusnya dijalankan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, yaitu menjalankan mandat dari Undang-Undang No. 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam. Itu yang lebih penting, namun sayangnya orientasi kebijakan Bpk. Edhy Prabowo hanya mengedepankan kepentingan segelintir orang yaitu eksportir ketimbang mendorong kedaulatan dan keberlanjutan laut Indonesia. Untuk itu, kami mendesak Menteri KP membatalkan Permen ini segera,” jelasnya. 

Susan juga menerangkan, Ombudsman menyebut bahwa izin ekspor benih lobster itu bertentangan dengan konstitusi Republik Indonesia. Selain itu, Ombudsman menilai terdapat banyak potensi kecurangan dalam mekanisme ekspor benih lobster tersebut.

Baca Lainnya : Miris, Peningkatan Benih Bening Lobster di Alam Malah Pacu Penyelundupan

Untuk itu, Susan mendesak Edhy Prabowo untuk segera membuka informasi secara detail 26 perusahaan yang mendapatkan izin melakukan ekspor benih lobster karena merekalah yang mendapatkan keuntungan paling besar dengan adanya Permen KP No. 12 Tahun 2020.

“Tak ada transparansi terkait izin ekspor benih lobster kepada 26 perusahaan eksportir. Apa dasar pemilihannya dan bagaimana rekam jejak perusahaan-perusahaan itu? masyarakat tak ada yang mengetahui hal itu,” tambahnya. 


Daftar Perusahaan yang Mendapatkan Izin Ekspor Benih Lobster oleh KKP
1.    PT Samudera Bahari Sukses
2.    PT Natura Prima Kultur
3.    PT Royal Samudera Nusantara
4.    PT Graha Food Indo Pasific 
5.    PT Aquatic Lautan Rezeki 
6.    CV Setia Widata 
7.    PT Agro Industri Nasional 
8.    PT Alam Laut Agung 
9.    PT. Gerbang Lobster Nusantara 
10.    PT Global Samudera Makmur
11.    PT Sinar Alam Berkilau
12.    PT Wiratawa Mitra Mulia 
13.    UD. Bali Sukses Mandiri
14.    UD. Samudera Jaya 
15.    PT. Elok Monica Grup 
16.    CV. Sinar Lombok
17.    PT Bahtera Dama Internasional 
18.    PT Indotama Putra Wahana
19.    PT Tania Asia Marina 
20.    CV Nusantara Berseri 
21.    PT Pelangi Maritim Jaya 
22.    PT Maradeka Karya Semesta
23.    PT Samudera Mentari Cemerlang
24.    PT Rama Putra Farm
25.    PT Kreasi Bahari Mandiri 
26.    PT Nusa Tenggara Budidaya


 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Ini 5 Daerah di Jawa Barat dengan Kasus Covid-19 Tertinggi

Peristiwa   11 Agu 2020 - 09:18 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: