Gugus Tugas Nasional Catat 1.385 Kasus Baru Positif Covid-19 per 1 Juli

TrubusNews
Astri Sofyanti
01 Juli 2020   15:59 WIB

Komentar
Gugus Tugas Nasional Catat 1.385 Kasus Baru Positif Covid-19 per 1 Juli

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto melaporkan penambahan kasus baru positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1.385 kasus, sehingga totalnya kini sebanyak 57.770 orang. (Foto : Dok. BNPB)

Trubus.id -- Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto kembali melaporkan perkembangan penanganan Covid-19 hingga Rabu (1/7/20) pukul 12.00 WIB. Tercatat penambahan kasus baru positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1.385 kasus, sehingga totalnya kini sebanyak 57.770 orang.

“Konfirmasi kasus baru Covid-19 kita dapatkan sebanyak 1.385, sehingga total kasus positif Covid-19 menjadi 57.770,” kata Yuri dalam konferensi pers terkait update penanganan Covid-19 di Media Center Percepatan Penanganan Covid-19, Graha BNPB, Jakarta, Rabu (1/7/20).

Yuri juga melaporkan penambahan pasien sembuh dalam 24 jam terakhir bertambah sebanyak 789, sehingga total kumulatif mencapai 25.595 orang yang dinyatakan sembuh.

Sementara untuk pasien meninggal Yuri dilaporkan ada penambahan 58 orang, sehingga total pasien meninggal akibat Covid-19 hingga hari ini menjadi 2.934 kasus kematian.

Yuri mengungkapkan data kasus tersebut diambil dari hasil uji pemeriksaan spesimen sebanyak 21.738 pada hari sebelumnya, Selasa (30/6) dan total akumulasi yang telah diuji menjadi 825.636. Adapun uji pemeriksaan tersebut dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 144 laboratorium, Test Cepat Melokuler (TCM) di 106 laboratorium dan laboratorium jejaring (RT-PCR dan TCM) di 270 lab.

Berdasarkan data yang dihimpun Gugus Tugas Nasional, jumlah orang yang diperiksa per hari ini ada 15.000 dan jumlah yang akumulatifnya adalah 492.318. Dari pemeriksaan keseluruhan, didapatkan penambahan kasus positif per hari ini sebanyak 1.385 dan negatif 13.615 sehingga secara akumulasi menjadi positif 57.770 dan negatif 435.548.

Sementara itu, data provinsi 5 besar dengan kasus positif terbanyak secara kumulatif adalah mulai dari Jawa Timur 12.321, DKI Jakarta 11.637, Sulawesi Selatan 5.214, Jawa Tengah 4.006 dan Jawa Barat 3.276.

Berdasarkan data yang diterima Gugus Tugas dari 34 Provinsi di Tanah Air, Provinsi DKI Jakarta menjadi wilayah penambahan kasus sembuh tertinggi yakni 6.680 disusul Jawa Timur sebanyak 4.199, Sulawesi Selatan 1.891, Jawa Barat 1.622, Jawa Tengah 1.259 dan wilayah lain di Indonesia sehingga total mencapai 25.595 orang.

Kriteria pasien sembuh yang diakumulasikan tersebut adalah berdasarkan hasil uji laboratorium selama dua kali dan ketika pasien tidak ada lagi keluhan klinis.

Gugus Tugas Nasional merincikan akumulasi data positif COVID-19 lainnya di Indonesia yaitu di Provinsi Aceh 86 kasus, Bali 1.527 kasus, Banten 1.466 kasus, Bangka Belitung 155 kasus, Bengkulu 129 kasus, Yogyakarta 314 kasus.

Selanjutnya di Jambi 117 kasus, Kalimantan Barat 336 kasus, Kalimantan Timur 525 kasus, Kalimantan Tengah 931 kasus, Kalimantan Selatan 3.223 kasus, dan Kalimantan Utara 206 kasus.

Kemudian di Kepulauan Riau 302 kasus, Nusa Tenggara Barat 1.245 kasus, Sumatera Selatan 2.078 kasus, Sumatera Barat 742 kasus, Sulawesi Utara 1.129 kasus, Sumatera Utara 1.601 kasus, dan Sulawesi Tenggara 405 kasus.

Adapun di Sulawesi Tengah 186 kasus, Lampung 191 kasus, Riau 227 kasus, Maluku Utara 875 kasus, Maluku 749 kasus, Papua Barat 242 kasus, Papua 1.846 kasus, Sulawesi Barat 117 kasus, Nusa Tenggara Timur 113 kasus dan Gorontalo 249 kasus serta dalam proses verifikasi ada 4.

Sementara itu, untuk jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 45.129 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) yang dipantau sebanyak 13.296 orang. Yuri menjelaskan data tersebut diambil dari 34 provinsi dan 451 kabupaten/kota di Indonesia.

Diakui Yuri, mengingat penyebaran Covid-19 masih terjadi setiap harinya, pemerintah tak henti-hentinya mengajak dan mengimbau masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat untuk menekan penularan Covid-19 dengan menjaga jarak (physical distancing), sering mencuci tangan, hingga selalu mengenakan masker jika terpaksa harus beraktivitas di luar rumah.

“Pemerintah terus mengimbau masyarakat untuk menekan penyebaran kasus Covid-19, dengan tetap berada di rumah, rajin mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak saat berinteraksi dengan orang lain dan memakai masker,” tegas Yuri.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

KKP Hentikan Sementara SPWP Ekspor Benih Bening Lobster

Peristiwa   26 Nov 2020 - 17:29 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: