Usaha Hidroponik Rumahan Bantu Penuhi Kebutuhan Pangan Selama Pandemi

TrubusNews
Syahroni
30 Juni 2020   19:00 WIB

Komentar
Usaha Hidroponik Rumahan Bantu Penuhi Kebutuhan Pangan Selama Pandemi

Sikulasi air bernutrisi menjadi salah satu kunci keberhasilan pertanian hidroponik. (Foto : Trubus.id)

Trubus.id -- Departemen Teknik Mesin dan Biosistem (TMB), Fakultas Teknologi Pertanian IPB University gelar webinar bertemakan Teknologi dan Bisnis Hidroponik untuk Hobi Bertanam di Rumah Sampai Skala Komersial, Jumat (26/6) lalu. Acara ini bertujuan agar masyarakat dapat memulai bisnis mulai dari pekarangan rumah yang bernilai ekonomi.

Dosen IPB University yang juga merupakan pakar Hidroponik, Prof Dr Herry Suhardiyanto menyebutkan, usaha hidroponik rumahan dapat dijadikan alternatif untuk mendukung pola pemenuhan kebutuhan pangan negeri khususnya di masa pandemi ini.

Baca Lainnya : Hasil Budidaya Hidroponik Dapat Diberi Label Organik, Kata Ahli

“Unsur terpenting dalam mengelola tanaman hidroponik adalah pengendalian lingkungan pendukung pertumbuhannya. Misalnya kadar karbondioksida dan unsur hara. Berbagai metode tanam juga dapat dipilih sesuai modal dan kemampuan petani. Teknologi terbaru seperti aquaponic NFT dan ebb and flow juga bisa menggabungkan budidaya terpadu antara tanaman dan ikan,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Trubus.id, Selasa (30/6).

Menurutnya, di era milenial ini, sudah ada artificial neural network yang dapat memantau pertumbuhan tanaman dan pendugaan kualitas hasil panen. Departemen TMB sendiri telah menerapkan budidaya tanaman hidroponik yang diberi nama mini plant factory. Selain itu, IPB University juga mengembangkan sistem kontrol cerdas (internet of things/IoT) bagi seluruh aktivitas pertanian bernama Smart Farming.

“Kita bangun komunitas hidroponik Indonesia yang menghasilkan pola subcontracting dan leading company yang bisa mengatasi berbagai macam persoalan teknologi maupun pemasaran,” pungkasnya.

Sementara itu, Ir Nursyamsyu Wahyudin M.Si, Direktur Utama PT Nudira Sumber Daya Indonesia yang bergerak di bidang usaha hidroponik di Pangalengan, Bandung, turut membicarakan prospek bisnis hidroponik yang kini dijalaninya. Menurut pandangannya sebagai praktisi, usaha hidroponik ini menjadi penting karena memiliki banyak kelebihan dibanding cara tanam tradisional. Mulai dari efisiensi tempat dan pemberian nutrisi hingga produktivitasnya yang bisa sepanjang tahun.

Baca Lainnya : Serunya Ibu-Ibu Belajar Hidroponik di Trubus AgroEdutainment

“Permintaan pasar dunia pun sedang menggandrungi hasil produk hidroponik sehingga sangat menguntungkan bagi petani karena harganya pun tergolong lebih mahal. Skala bisnis hidroponik ini beragam, mulai dari sekedar hobi hingga komersial yang dapat memakan biaya hingga satu milyar rupiah, namun modal tersebut tentunya akan sebanding dengan benefit yang diterima,” terang Nursamsyu yang kini telah memproduksi tanaman hidroponik seperti tomat ceri, baby mentimun hingga buah strawberry. 

Adapun Prof Dr Aris Purwanto, dosen IPB University yang merupakan Guru Besar di Departemen TMB juga berbagi informasi mengenai teknologi pascapanen hidroponik yang merupakan salah satu hal yang krusial. Hasil produk hidroponik haruslah memiliki penampilan yang baik serta segar dan terbebas dari mikroba hingga sisa pestisida. 

Maka dari itu, teknik penyimpanan dan distribusi hasil panen produk amatlah penting dengan upaya memperpanjang umur simpan dari produk tersebut karena sifatnya yang mudah rusak. Penanganannya dapat dimulai dari waktu pemanenan yang tepat, pengemasan yang baik, hingga melindungi produk dari kotoran dan kontak fisik. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

15 Ton Kerapu Hidup Asal Belitung Diekspor Menuju Hong Kong

Peristiwa   14 Juli 2020 - 02:34 WIB
Bagikan:          
Bagikan: