10 Provinsi Penghasil Beras Tertinggi di Indonesia, Wilayah Mana Paling Banyak?

TrubusNews
Astri Sofyanti
23 Juni 2020   14:41 WIB

Komentar
10 Provinsi Penghasil Beras Tertinggi di Indonesia, Wilayah Mana Paling Banyak?

Stok beras (Foto : Trubusid/Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Di tengah pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh dunia termasuk Indonesia, Kementerian Pertanian (Kementan) terus berinovasi dalam mengupayakan ketersediaan pangan khususnya kebutuhan beras di setiap daerah aman. Terlebih beras menjadi mayoritas sumber pangan masyarakat Indonesia.

Dalam situasi pandemi Covid-19, Kementerian Pertanian melaporkan produksi beras nasional sampai Desember 2020 diperkirakan masih surplus. Perkiraan ketersediaan beras tersebut didasarkan pada produksi dan kebutuhan konsumsi bulanan, serta memperhitungkan stok yang ada.

Lantas tahukah kita provinsi mana saja yang menghasilkan beras paling tinggi?

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Suwandi mengungkapkan data produksi beras 2019 dapat diperoleh dari data yang dirilis BPS. Metode perhitungan yang digunakan BPS adalah Kerangka Sampling Area (KSA), di mana perolehan angkat produksi berasnya dengan menggunakan konversi 57,3 persen dari produksi padi.

“Peningkatan produksi di 10 provinsi itu tentu atas sinergi Kementerian Pertanian dan Pemerintah Daerah dengan semua pihak. Kementerian Pertanian telah melakukan berbagai terobosan dalam meningkatkan produksi beras, di antaranya program mekanisasi pertanian, penggunaan benih unggul, pemanfaatan lahan rawa dan di tahun 2020 ini pun Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo tetap mengoptimalkan lahan rawa dan mempercepat masa olah lahan dan tanam,” kata Suwandi di Jakarta belum lama ini.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyatakan saat ini Kementan memiliki stategi dalam menyediaan pangan khususnya beras. Dalam peningkatan kapasitas produksi saat ini dilakukan percepatan tanam padi pada Musim Tanam II 2020 seluas 5,6 juta hektare, kemudian optimalisasi lahan rawa di Kalimantan Tengah (Kalteng).

“Kita juga melakukan penyediaan input produksi, dan penyediaan sarana dan prasarana produksi dan melakukan perluasan areal tanam baru di wilayah defisit,” jelas Mentan Syahrul.

Berikut ini 10 provinsi di Indonesia sebagai produsen beras tertinggi tahun 2019 berdasarkan hasil penghitungan BPS menggunakan metode KSA.

1. Jawa Tengah, dengan luas panen 1.678.479 hektare menghasilkan padi 9.655.653 ton gabah kering giling (GKG) atau setara 5.539.448 ton beras.

2. Jawa Timur, dengan luas panen 1.702.426 hektare menghasilkan padi 9.580.933,88 ton GKG atau setara 5.496.581 ton beras.

3. Jawa Barat, dengan luas panen 1.578.835 hektare menghasilkan padi 9.084.957 ton GKG atau setara 5.212.039 ton beras.

4. Sulawesi Selatan, dengan luas panen 1.010.188 hektare menghasilkan padi 5.054.166 ton GKH atau setara 2.899.575 ton beras.

5. Sumatera Selatan, dengan luas panen 539.316 hektare menghasilkan padi 2.603.396 ton GKG atau setara 1.493.568 ton beras.

6. Lampung, dengan luas panen 464.103 hektare menghasilkan padi 2.164.089 tin GKG atau setara 1.241.538 ton beras.

7. Sumatera Utara, dengan luas panen 413.141 hektare menghasilkan padi 2.078.901 ton GKG atau setara 1.192.665 ton beras.

8. Aceh dengan luas panen 310.012 hektare menghasilkan padi 1.714.437 ton GKG atau setara 983.572 ton beras.

9. Sumatera Barat, dengan luas panen 311.671 hektare menghasilkan padi 1.482.996 ton GKG atau setara 850.794 ton beras.

10. Banten, dengan luas tanam 303.731 hektare menghasilkan padi 1.470.503 ton GKG atau setara 843.627 ton beras.

Untuk diketahui, data KSA BPS mencatat produksi nasional 2019 sebesar 31,31 juta ton beras dan pada akhir Desember 2019 terdapat surplus beras dalam bentuk stok 5,90 juta ton.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: