Kementan Ungkap 34 Perusahaan Berhasil Impor Bawang Putih Tanpa Dokumen RIPH

TrubusNews
Binsar Marulitua
23 Juni 2020   12:30 WIB

Komentar
Kementan Ungkap 34 Perusahaan Berhasil Impor Bawang Putih Tanpa Dokumen RIPH

ilustrasi bawang putih (Foto : Trubus.id)

Trubus.id -- Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkapkan ada 34 perusahaan yang berhasil memasukkan bawang putih impor ke wilayah Indonesia tanpa memiliki dokumen Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH). 

Perihal tersebut dipaparkan Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Prihasto Setyanto dalam rapat kerja Kementan dengan Komisi IV DPR RI, Senin (22/6/2020) kemarin.

"34 importir yang tidak ada RIPH sudah kami laporkan semuanya ke Satgas Pangan," ungkap Prihasto.

Sementara itu,  Kepala Badan Karantina Kementan (Barantan) Ali Jamil mengakui, tidak memiliki wewenang menjaga perbatasan ketika komoditas tersebut masuk. Alasannya, wewenang tersebut ada di Satgas Pangan Polri.

Barantan hanya mempunyai wewenang menjaga kesehatan sesuai Undang undang. Dokumen kesehatannya dilengkapi, dokumen CoA-nya (Certificate of Analysis) dilengkapi, dan BL (Bill of Landing) dilengkapi.

Baca Lainnya : Kementan Musnahkan 7.056 Kali Komoditas Pertanian Ilegal Sepanjang 2020

"Karena sesungguhnya Barantan tidak punya tugas untuk menahan itu. Sesuai dengan UU kami menjaga kesehatan. Dokumen kesehatannya dilengkapi, dokumen CoA-nya (Certificate of Analysis) dilengkapi, dan BL (Bill of Landing) dilengkapi. Kami minta semuanya. Kami ada catatannya, dan itu terkoneksi dengan Satgas Pangan," jelas Ali.

Mendengar hal tersebut, Ketua Komisi IV DPR RI Sudin dari fraksi PDIP sangat kecewa. Pasalnya, dengan tak melengkapi RIPH maka para importir bebas memasukkan barang ke Indonesia tanpa harus menjalani kewajibannya, salah satunya wajib tanam.

"Saya sangat kecewa. Cuma dicatat, tetapi RIPH-nya nggak ada," jawab Sudin sebagai pemimpin raker hari ini.

Sebagai informasi, persoalan RIPH ini timbul ketika Kementerian Perdagangan (Kemendag) menerbitkan Perdagangan (Permendag) Nomor 27 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 44 Tahun 2019 tentang Ketentuan Impor Produk Hortikultura yang diundangkan pada 18 Maret 2020 lalu.

Melalui Permendag tersebut, Mendag Agus Suparmanto membebaskan impor bawang putih untuk mempercepat stok masuk ke RI demi menstabilisasi harga yang sedang melambung tinggi.

Baca Lainnya : Tahap Pertama, Pemerintah Fokus pada 164 Hektare Lahan Gambut untuk Garap Sawah Baru

Melalui Permendag tersebut, Agus dan juga Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Indrasari Wisnu mengatakan impor bawang putih juga tak memerlukan RIPH. Namun, hal ini ditentang keras oleh Prihasto selaku pihak yang menerbitkan RIPH.

Karena persoalan tersebut, Sudin mengaku bingung melihat kebijakan pemerintah selaku regulator. Ia bahkan menilai ada dualisme.

"Ini kan sama saja dualisme. Ada yang menyatakan harus RIPH, ada yang tidak. Lalu saya bingung wajib tanamnya bagaimana. Sebelum impor, wajib tanam banyak yang nggak tanam. Apalagi setelah impor. Saya kadang-kadang bingung bagaimana regulasinya. Saya minta Pak Menteri tertibkan aturan ini, apakah 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: