Fakta Menarik di Balik Pembangunan Cepat dan Murah Fasilitas Karantina Pasien Covid-19

TrubusNews
Binsar Marulitua
20 Juni 2020   08:00 WIB

Komentar
Fakta  Menarik di Balik Pembangunan Cepat dan Murah Fasilitas Karantina Pasien Covid-19

Fasilitas observasi karantina Pulau Galang (Foto : Kementerian PUPR)

Trubus.id -- Dukungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam penanganan Pandemi COVID-19,  fokus pada pembangunaninfrastruktur yang dibutuhkan, seperti fasilitas observasi/karantina di Pulau Galang dan RS Akademik UGM di Yogyakarta 

Sejumlah fakta menarik diungkapkan Menteri Basuki  Hadimuljono  di balik penyelesaian pembangunan cepat dan lebih murah fasilitas karantina pasien Covid-19. 

Ia menjelaskan, Kementerian PUPR menggunakan teknologi modular di mana metode pelaksanaannya memanfaatkan material atau komponen fabrikasi yang dibuat di luar lokasi proyek atau di dalam lokasi proyek, kemudian diinstal di lapangan.

Menurutnya, dukungan inovasi dan teknologi diperlukan dalam pembangunan infrastruktur untuk menjadi lebih baik, cepat, dan lebih murah. 

“Pemanfaatan teknologi yang tepat guna, efektif, dan ramah lingkungan juga didorong guna menciptakan nilai tambah dan pembangunan berkelanjutan sehingga manfaat infrastruktur dapat dirasakan generasi mendatang,” kata Menteri Basuki.

Keunggulan teknologi modular di antaranya adalah hemat waktu dan efisien karena sudah diproses dan dicetak di pabrik sehingga bisa langsung diinstall di lokasi pembangunan. 

Mutu beton yang dibuat secara modular juga lebih terjaga kestabilannya karena dibuat mengikuti standar tertentu. Penggunaan teknologi modular juga lebih ramah lingkungan dibanding dengan beton konvensional karena dibuat di tempat khusus dan terpisah sehingga limbah sisa pengerjaan tidak mencemari lingkungan.

Sebagai bentuk respon cepat selama Pandemi COVID-19, Kementerian PUPR telah membangun sejumlah fasilitas kesehatan dengan menggunakan teknologi modular seperti fasilitas observasi/karantina di Pulau Galang untuk pengendalian infeksi penyakit menular. 

Fasilitas observasi/karantina di Pulau Galang ini berhasil dirampungkan dalam waktu 30 hari, yakni 8 Maret 2020 - 6 April 2020.

Fasilitas observasi/karantina di Pulau Galang terbagi menjadi 3 zonasi, Zona A (renovasi eks-Sinam) untuk sarana pendukung seperti mess petugas, dokter dan perawat serta gedung gizi. 

Zona B meliputi fasilitas penampungan dan fasilitas pendukung seperti ruang isolasi, ruang observasi, Laboratorium, ruang sterilisasi, Central Gas Medik, instalasi jenazah, landasan helikopter (helipad), dan zona utilitas.

Saat ini terdapat 2 gedung bertingkat 2 berada di Zona B yang terdiri dari fasilitas observasi/penampungan/karantina (termasuk isolasi) untuk Intensive Care Unit (ICU) dan untuk Non ICU. 

Total kapasitas Zona B mencapai 360 tempat tidur yang terdiri dari ruang observasi sebanyak 340 tempat tidur dan ruang isolasi sebanyak 20 tempat tidur ICU. Terakhir Zona C adalah untuk tahap berikutnya (menyesuaikan kebutuhan) dengan memanfaatkan cadangan lahan.

Kemudian menyelesaikan pembangunan Gedung Arjuna dan Gedung Yudhistira RS Akademik UGM sebagai rumah sakit rujukan COVID-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta yang selesai dalam waktu 37 hari. RS Akademik UGM memiliki kapasitas 107 tempat tidur dengan anggaran Rp 1,829 triliun.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: