KKP Dorong Pelajar - Mahasiswa di Indonesia Timur Gunakan Aplikasi Laut Nusantara

TrubusNews
Binsar Marulitua
19 Juni 2020   15:05 WIB

Komentar
KKP Dorong Pelajar - Mahasiswa di Indonesia Timur Gunakan Aplikasi Laut Nusantara

Kepala BRSDM, Sjarief Widjaja (Foto : Humas KKP)

Trubus.id -- Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) KKP mengajak para pelajar dan mahasiswa di Kawasan Indonesia Timur (KTI) untuk aktif menggunakan Aplikasi Laut Nusantara.

Kepala BRSDM, Sjarief Widjaja, menuturkan bahwa aplikasi Laut Nusantara merupakan salah satu langkah pemerintah dalam mewujudkan program dan arah kebijakan pembangunan kelautan dan perikanan 2020-2024. KKP menargetkan pertumbuhan produksi perikanan tangkap menjadi 10,10 juta ton dan nilai tukar nelayan menjadi 120,60 pada tahun 2024.

 Di mana pada 2015, produksi perikanan tangkap mencapai 6,67 juta ton dan pada 2018, produksinya melonjak menjadi 7,3 juta ton. 

“Dalam hal penguatan SDM dan inovasi riset kelautan dan perikanan, perlu adanya hilirisasi riset berbasis transformasi digital. Laut Nusantara menghadirkan kemudahan dan kecepatan akses informasi Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan (PPDPI) serta dilengkapi informasi cuaca laut dalam genggaman nelayan sehingga aktivitas penangkapan ikan lebih efektif dan efisien. Dengan aplikasi Laut Nusantara, diharapkan dapat meningkatkan produksi perikanan tangkap serta mendorong pertumbuhan nilai tukar nelayan,” tutur Sjarief dalam acara  Sosialisasikan aplikasi Laut Nusantara kepada masyarakat umum, dan nelayan secara daring pada 17 Juni 2020.

Baca Lainnya : KKP Dinilai Tidak Berpihak pada Nelayan Kecil Perbolehkan Kembali Penggunaan Cantrang

Dikutip dalam siaran pers, Kepala Balai Riset dan Observasi Laut (BROL), I Nyoman Radiarta, menjelaskan bahwa aplikasi Laut Nusantara merupakan bukti nyata hilirisasi hasil riset unggulan BROL untuk mendukung program KKP dalam hal inovasi riset dan peningkatan SDM kelautan dan perikanan. 

Saat ini, BROL pun tengah mengembangkan aplikasi Laut Nusantara fase ke-4, dengan penambahan fitur pada penentuan lokasi jenis ikan tertentu (tuna, cakalang, dan lemuru), yang rencananya akan dirilis pada Juli 2020.  

“Laut Nusantara terus berkembang dengan fitur-fitur baru, yang disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan nelayan, tentunya didukung juga dengan informasi penting dari pusat data BROL, guna mendukung kenyamanan, keamanan dan efektifitas nelayan dalam menangkap ikan,” ungkap I Nyoman Radiarta.

Sosialisasi menyasar ke pelajar dan mahasiswa dari Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Ambon dan mahasiswa Politeknik Kelautan dan Perikanan (Poltek KP) Sorong, di mana sebagian besar dari mereka merupakan keluarga nelayan.

“Melalui para pelajar dan mahasiswa tersebut, transfer teknologi diharapkan bisa dilanjutkan ke para orang tua mereka di kampung halaman,” tandas I Nyoman.

Sosialisasi acara tersebut menyasar ke pelajar dan mahasiswa dari Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Ambon dan mahasiswa Politeknik Kelautan dan Perikanan (Poltek KP) Sorong, di mana sebagian besar dari mereka merupakan keluarga nelayan.

“Melalui para pelajar dan mahasiswa tersebut, transfer teknologi diharapkan bisa dilanjutkan ke para orang tua mereka di kampung halaman,” tandas I Nyoman.

Baca Lainnya : Simak Pedoman Persyaratan Budidaya Lobster Terbaru dari KKP

Dalam kesempatan tersebut, BROL dan XL Axiata juga menyerahkan 170 set kit aplikasi Laut Nusantara kepada penyuluh perikanan, kelompok nelayan, taruna Poltek KP dan Siswa SUPM yang berada di wilayah Timur Indonesia. 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

15 Ton Kerapu Hidup Asal Belitung Diekspor Menuju Hong Kong

Peristiwa   14 Juli 2020 - 02:34 WIB
Bagikan: