Tata Cara Pelaksanaan Pemotongan Hewan Kurban di Masa pandemi Covid-19

TrubusNews
Astri Sofyanti
18 Juni 2020   13:00 WIB

Komentar
Tata Cara Pelaksanaan Pemotongan Hewan Kurban di Masa pandemi Covid-19

Proses pemotongan hewan kurban sebelum terjadi pandemi Covid-19. (Foto : Trubusid/Iman P. Prakasa)

Trubus.id -- Sebentar lagi seluruh umat muslim akan merayakan Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah. Pelaksanaan pemotongan hewan kurban Idul Adha tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat tengah berjuang melawan virus corona (Covid-19).

Di tengah pandemi, segala kegiatan harus dilakukan sesuai protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemeirntah sebagai upaya memutus rantai penularan virus corona. Kegiatan pelaksanaan pemotongan hewan kurban juga harus menyesuaikan prosedur normal baru (new normal).

Mengutip laman resmi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah, berikut tata cara pemotongan hewan kurban dengan menerapkan protokol kesehatan ketat:

Pembentukan panitia

Agar terhindar dari potensi penularan Covid-19, maka panitia yang dibentuk haruslah memenuhi syarat sebagai berikut:

• Pilihlah panitia dari orang dewasa yang benar-benar dalam kondisi sehat (tidak sedang flu, batuk, demam, sesak napas ataupun korengan) dan diusahakan berasal dari lingkungan tempat tinggal yang sama.

• Tidak boleh orang/pasien sedang dalam masa karantina mandiri, orang dalam masa pemantauan dan pengawasan penderita Covid-19

• Himbaulah pada panitia/petugas untuk mandi dengan bersih dahulu dan memakai pakai yang bersih, sebelum menuju lokasI penyembelihan

• Semua petugas harus mencuci tangan dengan sabun, memakai alat pelindung diri (masker, apron, sarung tangan, penutup alas kaki) dan berusaha menjaga jarak dengan petugas sama yang lainnya.

• Efisiensi dan efektifitas dalam pekerjaan, aturlah dengan jelas siapa mengerjakan apa (missal: tim perebahan, tim pemotong, tim pengulitan, tim pengolah jeroan, tim pencacah karkas/daging, tim pembagian paket, hingga tim kebersihan)

• Pada saat istirahat, segera cuci tangan dengan sabun, dan jangan merokok

• Setelah selesai bertugas, segera cuci tangan dengan sabun, disarankan langsung pulang kerumah, membersihkan diri (mandi dan ganti pakaian) sebelum bertemu dengan anggota keluarga, dan pakaian yang digunakan segera direndam dengan sabun.  

 Tempat Pemotongan Hewan Kurban

Pemotongan hewan kurban dapat dilakukan di Rumah Potong Hewan milik pemerintah ataupun RPH swasta, dalam keterbatasan jumlah dan kapasitas RPH, pemotongan hewan kurban dapat dilakukan di luar RPH, dengan memperhatikan beberapa persyaratan sebagai berikut:

• Penerapan higienis personal/petugas di tempat pemotongan (mencuci tangan, memakai APD, tidak meludah/merokok, serta memperhatikan etika meludah/bersin/batuk)

• Pemeriksaan kesehatan awal bila memungkinkan (memeriksa suhu tubuh)

• Menjaga jarak aman antar petugas, (pembagian tugas, mengatur kepadatan, membatasi jumlah panitia, tidak dipernankan ada pengunjung)

• Menghindari adanya kontak langsung (pembagian paket diantar ke rumah-rumah, berjabat tangan)

• Melakukan pembersihan dan desinfeksi terhadap peralatan sebelum dan sesudah digunakan serta selalu memastikan seluruh area kerja bersih dan higienis dengan melakukan pembersihan secara berkala.  

Seperti diketahui, Kementerian Pertanian melalui Direktoral Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) mengeluarkan surat edaran (SE) terkait pelaksanaan kegiatan kurban dalam situasi pandemi Covid-19.

Pelaksanaan kurban diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 114/Permentan/ PD.410/9/2014 tentang Pemotongan Hewan Kurban. Sehubungan dengan pelaksanaan pemotongan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1441 H, pemerintah berupaya melakukan penyesuaian tentang pelaksanaan kurban, mengingat saat ini Indonesia masih berada dalam situasi pandemi Covid-19.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Dirjen PKH Kementan), I Ketut Diarmita, mengatakan, kegiatan kurban yang meliputi penjualan hewan kurban dan pemotongan hewan kurban perlu dilakukan penyesuaian terhadap prosedur new normal atau kenormalan baru dalam situasi pandemi Covid-19.

Diakuinya, Surat Edaran ini juga sebagai petunjuk pelaksanaan kegiatan kurban dengan penyesuaian penerapan new normal atau kenormalan baru di tengah pandemi Covid-19.

“Harapannya lewat surat edaran ini kegiatan pelaksanaan kegiatan kurban di tengah situasi pandemi Covid-19 tetap berjalan optimal dengan mempertimbangkan aspek pencegahan dari penyebaran Covid-19,” kata Ketut belum lama ini.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: