Bermain Gawai di KRL Berpeluang Sebarkan Virus Corona, Simak Penjelasan Dokter Edward

TrubusNews
Binsar Marulitua
18 Juni 2020   05:02 WIB

Komentar
Bermain Gawai di KRL Berpeluang Sebarkan Virus Corona, Simak Penjelasan Dokter Edward

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Edward Faisal (Foto : Humas BNPB)

Trubus.id -- Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Edward Faisal, menyampaikan bahwa potensi penyebaran virus Corona (Covid-19) berpeluang terjadi saat bermain gawai atau alat elektronik selama berada di Kereta Rel Listrik (KRL) atau Commuterline.

Ia mengingatkan hal itu lantaran bakal melonjaknya jumlah penumpang menggunakan kereta dari Jabodetabek. Kebiasaan para komuter menggunakan ponsel di dalam kereta sebaiknya dikurangi.

"Saat virus nempel di gawai kita bisa bertahan sampai lima hari, jangan salah," kata dokter Edward di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Rabu, (17/6/2020).


Menurut dokter Edward, virus yang dapat menempel di gawai berasal dari bermacam-macam faktor. Dalam hal ini tentunya penularan atau pencemarannya lebih banyak berasal dari tangan penggunanya yang sebelumnya tercemar.

Baca Lainnya : Hespridin pada Kulit Jeruk Bisa Tangkal Corona, Begini Cara Sajinya

Dalam kaitannya dengan pengguna KRL/commuter,  pencemaran virus ke gawai juga dapat berasal dari percikan droplet dari para pengguna KRL. Sebab, droplet ini dapat keluar ketika manusia berbicara apabila tidak memakai masker dan tidak menjaga jarak.

Oleh sebab itu, dokter Edward juga sangat menyarankan agar para pengguna tidak menggunakan gawainya selama di dalam perjalanan menggunakan KRL.

"Kalau ada orang ngomong akan nambah lagi (potensi cemaran virusnya)," kata dokter Edward.

Selain dapat mengurangi potensi cemaran, alasan lain untuk tidak menggunakan gawai saat berada di dalam KRL adalah agar keluarga di rumah tidak menjadi korban penularan virus.

"Jadi selain risiko untuk kita, juga orang yang di rumah. Jadi kalau kita sayang sama orang yang dirumah dan di sekitar kita, sebaiknya jangan keluarin handphone," jelas dokter Edward.

Adapun beberapa hal lain yang wajib dilakukan bagi para pengguna KRL adalah menjaga pikiran selalu positif dalam melakukan aktivitas.

Kemudian pastikan selalu mencuci tangan menggunakan sabun dan membawa hand sanitizer_sebagai pengganti apabila tidak ada fasilitas cuci tangan.

Baca Lainnya : 20 Persen dari 5,5 Juta Serangga Teridentifikasi di Dunia saat Peneliti Ramalkan Kepunahan

Sebagai tambahan, pengguna KRL juga disarankan untuk tetap mengikuti aturan dari PT. KAI Commuterline Indonesia, dan memperbarui informasi resmi dari pemerintah tentang upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19 agar dapat tetap melanjutkan aktivitas yang aman dan produktif di tengah pandemi.


 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

15 Ton Kerapu Hidup Asal Belitung Diekspor Menuju Hong Kong

Peristiwa   14 Juli 2020 - 02:34 WIB
Bagikan: