Atasi Ancaman Resistensi Antimikroba, Kementan Akan Gelar Pekan Kesadaran Antiobiotik

TrubusNews
Ihsan Maulana
08 Nov 2017   21:45 WIB

Komentar
Atasi Ancaman Resistensi Antimikroba, Kementan Akan Gelar Pekan Kesadaran Antiobiotik

Dirjen PKH, I Ketut Diarmita. (Foto : Foto: Humas Ditjen PKH Kementan RI)

Trubus.id -- Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat mengenai ancaman resistensi antimikroba, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian, akan mengadakan pekan kesadaran antibiotik pada tanggal 13 – 19 November 2017.

Lebih lanjut, antimikroba merupakan salah satu temuan yang sangat penting bagi dunia. Ada banyak manfaatnya bagi kehidupan, terutama untuk melindungi kesehatan manusia, hewan, dan kesejahteraan hewan. Bila penggunaannya dilakukan secara tidak bijak dan rasional, akan memicu kemunculan bakteri yang tahan atau kebal terhadap efektivitas pengobatan antimikroba.

“Kegiatan ini merupakan kampanye global peduli penggunaan antibiotik. Salah satu wadah untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat mengenai ancaman resistensi antimikroba”, kata I Ketut Diarmita selaku Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Rabu (8/11).

Ketut menjelaskan, resistensi Antimikroba (AMR), telah menjadi ancaman tanpa mengenal batas geografis. Berdampak pada kesehatan masyarakat, kesehatan hewan, dan kesehatan lingkungan.

“Untuk itu, harus kita sadari bahwa ancaman sesistensi antimikroba juga merupakan ancaman serius bagi keberlangsungan ketahanan pangan, khususnya bagi pembangunan di sektor peternakan dan kesehatan hewan”, ungkapnya.

“Para ahli di dunia memprediksi, jika masyarakat global tidak melakukan sesuatu dalam mengendalikan laju resistensi ini, maka AMR akan menjadi pembunuh nomor 1 didunia pada tahun 2050. Dengan tingkat kematian mencapai 10 juta jiwa per tahun,dan kematian tertinggi terjadi di kawasan Asia,” lanjutnya.

Untuk itu, Kementerian Pertanian telah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kementerian Pertahanan dalam penyusunan rencana aksi nasional penanggulangan AMR.

“Ini adalah upaya pemerintah untuk mengatasi kompleksitas untuk mengendalikan masalah resistensi antimikroba,” jelasnya.

Selain itu, Pemerintah juga telah melarang penggunaan antibiotik sebagai pemacu pertumbuhan atau growth promoter mulai 1 Januari 2018, yang mengacu pada amanat UU No. 41 tahun 2014 Jo. UU no 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan.

Kementan juga telah memulai surveilans AMR di Jawa Barat, Banten dan Jabodetabek, termasuk melakukan pilot survei penggunaan antimikroba di Jawa Barat, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan pada 360 peternak ayam daging.

Sejak tahun lalu, Kementan dan berbagai stakeholder telah bekerjasama dengan FAO melakukan kampanye bahaya AMR. Fokus utama untuk memperkuat kapasitas di sektor kesehatan hewan, mendukung dan bekerja bersama dengan sektor kesehatan manusia dan lingkungan. [DF]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Masalah Subsidi Pupuk, Begini Solusi Pakar IPB

Peristiwa   19 Jan 2021 - 08:37 WIB
Bagikan:          
Bagikan: