Kementan Musnahkan 7.056 Kali Komoditas Pertanian Ilegal Sepanjang 2020

TrubusNews
Binsar Marulitua
17 Juni 2020   13:00 WIB

Komentar
Kementan Musnahkan 7.056 Kali Komoditas Pertanian Ilegal Sepanjang 2020

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (Foto : Binsar Marulitua)

Trubus.id -- Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat sepanjang Januari - Juni 2020 telah melakukan 7.056 kali penolakan terhadap komoditas ilegal melalui 50 pelabuhan. Sebagian dari  komoditas pertanian yang berbahaya dan ilegal tersebut juga dimusnahkan.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan  jumlah pemusnahan komoditas pertanian yang dilakukan tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama di tahun 2019 yang hanya 3.841 kali

"Saya kira ini penting agar betul-betul pintu keluar masuk kita bisa berfungsi lebih maksimal dalam menjaga berbagai komoditas yang masuk maupun keluar. Dengan demikian dalam kondisi aman sesuai norma-norma penyelenggaraan komoditas yang ada," kata Mentan Syahrul Saat membuka gelar Pengawasan dan Penindakan Karantina Pertanian di Lembang, Selasa (16/6/2020) seperti dikutip dalam keterangan tertulis. 

Menteri Syahrul mengatakan dalam acara tersebut Kementan memperkuat pengawasan keamanan dan mutu pangan dengan menggandeng TNI dan Polri.

Baca Lainnya : Lumbung Pangan Baru, Pemerintah Akan Garap Konsep Food Estate di Pulau Pisang Kalteng

Kerja sama tersebut bertujuan agar pengendalian lalu lintas komoditas di seluruh bandara dan pelabuhan dapat lebih optimal dilakukan oleh jajaran Badan Karantina Pertanian bersama TNI dan Polri.

Syahrul juga menegaskan gerakan pengawasan keamanan dan mutu pangan merupakan salah satu akselerasi dalam mempertangguh sektor pertanian guna menjawab pelemahan ekonomi usai pandemi Covid-19.

Kementan melalui Badan Karantina Pertanian bertugas mengkurasi seluruh komoditas yang masuk ke Indonesia dan memastikan agar semua komoditas Indonesia yang dikirim keluar untuk diperdagangkan layak dikonsumsi.

Sementara itu Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengapresiasi terhadap kinerja sektor pertanian, khususnya di masa pandemi Covid-19. Sebab, hasil penelitian Universitas Pajajaran menyatakan sektor ekonomi yang paling tangguh adalah pertanian, termasuk di dalamnya peternakan dan- perikanan.

Ridwan mengatakan terobosan yang dijalan Kementan, yakni memperkuat teknologi pertanian berbasis teknologi 4.0 sejalan dengan yang dikonsepkan oleh Pemprov Jawa Barat.

Baca Lainnya : Optimalisasi 165.000 Hektare Lahan Pangan di Kalteng Ditargetkan Selesai 2022

"Selama ini petani hanya pakai 'feeling', yang lakunya kentang, dimana-mana nanam kentang, padahal kemiringannya tidak cocok dan kualitas tanah tidak cocok. Aplikasi yang sedang kita bangun itu akan menginformasikan pasar dimana, produk pertanian diibutuhkan kemudian, dihubungkan dengan geografis lahan," kata Ridwan Kamil.

mendampingi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, hadir dalam acara tersebut  Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudy Sufahriadi dan Bupati Bandung Barat, Aa Umbara.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: