100 Kasus Baru Covid-19 di China Dicurigai Menyebar Lewat Konsumsi Ikan Salmon

TrubusNews
Binsar Marulitua
17 Juni 2020   07:00 WIB

Komentar
100 Kasus Baru Covid-19 di China Dicurigai Menyebar Lewat Konsumsi Ikan Salmon

Filet Ikan Salmon (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Terungkapnya 100 kasus positif virus corona (Covid-19) baru di pasar Xinfandi, China membuat para masyarakat di Beijing berhenti mengonsumsi ikan salmon. Beberapa supermarket besar di Beijing berhenti menjual salmon mulai Sabtu (13/6/2020),

Penyebabnya, papan potong atau telenan yang dipakai para penjual salmon impor diduga menjadi media penyebaran virus yang telah menjadi pendemi global tersebut.

Restoran-restoran di China termasuk restoran sushi juga mengeluhkan berita seputar penyebaran melalui mempengaruhi bisnis mereka yang terpaksa menghilangkan menu salmon dari menu makanan. 

Pasar Chaoshifa di distrik Haidian Beijing juga telah menghentikan penjualan salmon. Padahal delapan puluh persen cabangnya menjual salmon yang diimpor dari Norwegia.

Pasar ini sendiri merupakan perusahaan milik negara di wilayah Haidian yang memiliki 52 cabang di kota. 

Baca Lainnya : Hespridin pada Kulit Jeruk Bisa Tangkal Corona, Begini Cara Sajinya

Sebagain masyarakat menjadi sangat khawatir terhadap konsumsi salmon di masa pandemi. Meskipun tidak jelas apakah virus benar-benar dapat ditularkan melalui makanan beku.

"Saya baru saja makan salmon di restoran sushi," kata Fan Jingli, seorang warga Beijing sebagaimana dikutip dari Globaltimes (13/6/2020).

Kini dirinya mempertimbangkan untuk melakukan tes asam nukleat guna memastikan ia tidak tertular virus corona setelah makan salmon.

China sendiri sepanjang tahun mengimpor sekitar 80.000 ton salmon dingin dan beku. Negara Cile, Norwegia, Kepulauan Faroe, Australia, Kanada adalah sumber utama impor salmon.

Sementara itu, Lin Li,  kepala Ilmuwan dari Sebuah Tim Yang Memantau Penyakit Dan Kontrol Perairan di Provinsi Guangdong, mengatakan kepada Global Times bahwa salmon hidup tidak mungkin terkontaminasi. 

Begitu pula salmon beku tidak dapat menjadi sumber virus corona baru yang hanya bisa ada dalam sel aktif.

Meski demikian, Lin menduga kemungkinan salmon terkontaminasi dari air saat pemrosesan, transportasi atau pengemasan.

Sebuah makalah yang terbit pada Asian Fisheries Science pada April mengatakan virus corona hanya ditemukan pada mamalia dan bukan ikan.

Alasannya virus corona mempengaruhi paru-paru, sementara ikan bernapas menggunakan insang bukan paru-paru.

Sebuah laporan peneliti dari Universitas College London yang terbit bulan Mei juga mengatakan protein spike SARS-CoV-2 diprediksi membentuk kompleks yang stabil dengan inang ortolog protein reseptor dari mamalia, tetapi bukan ikan, burung, atau reptil.

Sejauh ini belum diketahui bagaimana salmon dapat menularkan virus corona.

“Kami belum mengetahui apakah manusia menularkan virus ke salmon atau salmon yang tertular virus terlebih dahulu,” ujar Zeng Guang ahli senior di Komisi Kesehatan Nasional. 

Baca Lainnya : Mei 2020, Dampak Corona Tekan Nilai Tukar Petani Indonesia Melorot 0,85 Persen

Akan tetapi Zeng mengingatkan warganya untuk sementara tidak makan salmon mentah maupun membeli makanan laut impor.

Kepala Ahli Epidemiologi dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit China, Wu Zunyou mengatakan, virus dapat bertahan di permukaan makanan beku hingga tiga bulan.

Organisasi itu kini juga sangat mencurigai barang-barang itu mungkin sebagai sumber wabah terbaru. 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: