Survei LIPI: Hubungan Kekeluargaan Semakin Erat saat Pendemi Covid-19

TrubusNews
Binsar Marulitua
12 Juni 2020   12:00 WIB

Komentar
Survei LIPI:  Hubungan Kekeluargaan Semakin Erat saat Pendemi Covid-19

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengungkapkan, bahwa mengatakan bahwa pandemi COVID-19 juga memberikan dampak positif yaitu semakin eratnya hubungan kekeluargaan. Hal tersebut berdasarkan survei daring pada 3 – 12 Mei 2020 dengan total valid responden sebanyak 919 orang berusia 15 tahun ke atas di wilayah PSBB DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

"Meskipun demikian, 57,5% responden mengatakan bahwa pandemi COVID-19 juga memberikan dampak positif yaitu semakin eratnya hubungan kekeluargaan," mengutip hasil survei LIPI yang dipublikaso 11 Juni 2020 dalam halaman resmi LIPI.go.id

Selama pemerintah mengambil kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berlaku sejak April 2020,  3,2% responden mengaku tidak keluar rumah sama sekali; 82,5% responden mengaku hanya keluar rumah untuk membeli keperluan penting; 10,6% keluar rumah untuk bekerja; sementara sisanya melakukan aktivitas di luar rumah seperti sebelum pandemi COVID-19.

Baca Lainnya : Optimalisasi 165.000 Hektare Lahan Pangan di Kalteng Ditargetkan Selesai 2022

Dari data responden yang tetap keluar rumah, 50% mengaku karena tidak dapat meninggalkan pekerjaan dan 33,3% karena merasa bukan bagian dari kelompok rentan.

Pelaksanaan kebijakan PSBB pun menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Sejumlah 40,3% responden mengkhawatirkan terganggunya proses pendidikan serta proses interaksi dengan tetangga dan kerabat. 

Sementara itu, lebih dari 30% mengaku khawatir tidak mampu membayar tagihan, tidak mampu mencari nafkah dan tidak dapat memperoleh layanan kesehatan.

Pemerintah pun telah mengalokasikan bantuan kebutuhan pokok, namun hanya 11,4 % responden mengetahui hal tersebut. Mayoritas responden tidak mendapatkan bantuan kebutuhan pokok karena memang tidak masuk dalam kategori penerima bantuan (48,4%), akan tetapi yang seharusnya berhak tetapi tidak mendapat  bantuan persentasenya masih cukup tinggi, 7,2% mengaku tidak terdata dan 10,9% mengaku telah mendaftar tetapi tetap tidak mendapat bantuan.

Hanya 43% responden yang mampu bertahan tanpa bantuan pemerintah. Sebagian besar tidak mampu bertahan tanpa bantuan pemerintah dengan waktu bertahan bervariasi, tidak cukup bahkan untuk hari ini 3%.

Baca Lainnya : 20 Persen dari 5,5 Juta Serangga Teridentifikasi di Dunia saat Peneliti Ramalkan Kepunahan
Survei yang dilakukan LIPI juga bekerjasama dengan Panel Sosial untuk Kebencanaan yang terdiri dari \ Kementerian Riset dan Teknologi-Badan Riset dan Inovasi Nasional, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Politeknik Statistika STIS, U-INSPIRE serta Jurnalis Bencana dan Krisis Indonesia merilis Studi Sosial COVID-19 #4: Pelaksanaan PSBB dan Dampaknya terhadap Ketahanan Masyarakat.

Berdasarkan pemetaan wilayah, data responden survei yang diperoleh yaitu sebesar 53% di Jawa Barat, 34% di DKI Jakarta, dan 13% di Banten dengan jumlah responden laki-laki dan perempuan berimbang. Responden didominasi mereka yang berumur 35-39 tahun dengan presentase 19% dan bersatus bekerja (67%). Berdasarkan status pekerjaan, responden didominasi oleh buruh/karyawan/pegawai dengan 79%.


 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: