29 Nelayan Indonesia Dibebaskan Malaysia Setelah Ditangkap karena Terseret Arus

TrubusNews
Binsar Marulitua
11 Juni 2020   20:00 WIB

Komentar
29 Nelayan Indonesia Dibebaskan Malaysia Setelah Ditangkap karena Terseret Arus

Pembebasan kapal nelayan Indonesia (Foto : Humas KKP)

Trubus.id -- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil membebaskan 29 nelayan Indonesia yang sempat ditangkap oleh aparat Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) yang berpatroli menggunakan Kapal Maritim Malawali. 

Direktur Jenderal  Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP, Tb Haeru Rahayu menjelaskan, 29 nelayan Indonesia tersebut ditangkap karena hanyut ke dalam perairan Malaysia di sisi timur unresolved maritime boundaries di sekitar Pulau Jarak. 

”Ada 3 kapal berbendera Indonesia yaitu KM. Milenium, KM. Laut Indah 8 dan 1 Kapal Nelayan Kecil yang ditangkap oleh APMM pada tanggal 3 dan 4 juni 2020 saat hanyut hingga ke dalam perairan Malaysia di sisi timur unresolved maritime boundaries di sekitar Pulau Jarak.  Total ada 29 nelayan Indonesia di ketiga kapal tersebut”, jelas Tb dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (11/6/2020). 

Tb menjelaskan, pihak APMM kemudian menyampaikan informasi penangkapan tersebut kepada Ditjen PSDKP yang kemudian segera melakukan analisis pergerakan kapal para nelayan tersebut.

Baca Lainnya : KKP Dinilai Tidak Berpihak pada Nelayan Kecil Perbolehkan Kembali Penggunaan Cantrang
Berdasarkan data-data pemantauan Pusat Pengendalian KKP (PUSDAL-KKP), tim Ditjen PSDKP menyimpulkan bahwa kapal-kapal nelayan Indonesia tersebut tidak sengaja memasuki wilayah Malaysia. Oleh karena itu Ditjen. PSDKP kemudian meminta opsi request to leave kepada APMM agar kapal-kapal dan nelayan-nelayan Indonesia tersebut dilepaskan dari proses penahanan yang dilakukan oleh aparat APMM.

"Berdasarkan hasil analisa PUSDAL-KKP, 2 kapal yaitu KM. Millenium dan KM. Laut Indah sedang dalam posisi hauling atau menarik alat tangkap sehingga terbawa hanyut ke dekat perbatasan RI-Malaysia, sedang 1 kapal lainnya dimaklumkan karena merupakan kapal kecil yang tidak dilengkapi dengan alat navigasi”, beber Tb.

Tb berterima kasih kepada APMM yang bersikap kooperatif dan menerima justifikasi yang disampaikan oleh pihaknya. Hal tersebut menunjukkan ada sikap saling menghormati dalam proses penegakan hukum khususnya di wilayah unresolved maritime boundaries RI-Malaysia.

”Kami berterima kasih atas kerja sama APMM, dan alhamdulillah nelayan kita berhasil dibebaskan”, pungkas Tb.

Secara terpisah, Direktur Pemantauan dan Operasi Armada, Pung Nugroho Saksono menyampaikan bahwa dinamika penegakan hukum di wilayah perbatasan yang belum disepakati memang menjadi tantangan tersendiri. Pung menambahkan bahwa proses pembebasan ini sudah melalui mekanisme yang telah disepakati oleh kedua negara.

”Upaya pembebasan yang dilakukan Indonesia, selalu berpedoman pada Common Best Practices (CBP) MoU Common Guideline Indonesia-Malaysia. Ini dokumen yang kami jadikan rujukan, namun demikian kami selalu menyampaikan argumentasi untuk meminta pembebasan para nelayan kita dengan didukung data yang jelas dan akurat”, papar Ipung.

Pung juga menyampaikan bahwa meskipun ada kesepakatan untuk melepaskan para nelayan dari Indonesia atau Malaysia secara timbal balik, namun hal tersebut tidak berlaku apabila secara nyata terbukti melakukan illegal fishing.

Baca Lainnya : Jokowi Instruksi Permudah 2,7 Juta Petani dan 1 Juta Nelayan Terima Jaring Pengaman Sosial

Oleh karena itu penangkapan KIA Malaysia dan proses penegakan hukum yang dilakukan Indonesia sudah sesuai dengan Common Best Practices (CBP) MoU Common Guideline. Semua kapal yang ditangkap oleh Kapal Pengawas Perikanan Ditjen PSDKP-KKP memang melakukan illegal fishing di WPP-NRI.

“Upaya penegakan hukum yang kita lakukan termasuk penangkapan KIA berbendera Malaysia juga sudah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan serta kesepakatan dalam Common Best Practices (CBP) MoU Common Guideline tersebut” pungkas Ipung.

Sebagai informasi, sepanjang tahun 2020, Ditjen PSDKP-KKP telah berhasil membebaskan 49 nelayan Indonesia yang ditangkap aparat APMM di dekat perbatasan RI-Indonesia. Pembebasan tersebut dilakukan melalui upaya persuasif dan komunikasi yang terjalin baik antar aparat kedua negara.
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

15 Ton Kerapu Hidup Asal Belitung Diekspor Menuju Hong Kong

Peristiwa   14 Juli 2020 - 02:34 WIB
Bagikan: