5 Tahapan Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19

TrubusNews
Binsar Marulitua
09 Juni 2020   08:00 WIB

Komentar
5 Tahapan Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19

Ilustrasi Covid-19 (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Pemerintah Indonesia masih terus bergumul dalam usaha penyelamatan masyarakat terhadap pendemi Covid-19, yang hingga sampai saat ini belum ditemukan vaksin. Selain itu, skenario melakukan aktivitas dengan aman dan produktif juga disusun untuk penyelamatan sosial dan ekonomi dalam menghadapi new normal atau kehidupan normal baru.

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito membeberkan lima tahapan yang harus dilakukan pemerintah dalam menghadapi new normal atau kehidupan normal baru.

“Ada tahapan-tahapan yang perlu dilakukan oleh pemerintah daerah dalam menuju masyarakat aman COVID-19 dan produktif,” ujar Prof. Wiku dalam konferensi pers di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta (8/6/2020).

Baca Lainnya : 20 Persen dari 5,5 Juta Serangga Teridentifikasi di Dunia saat Peneliti Ramalkan Kepunahan

Wiku memaparkan, tahapan Pertama adalah tahap prakondisi. Ia menyampaikan bahwa tahapan awal yang dilakukan oleh tiap daerah adalah melakukan prakondisi dengan memberikan informasi yang holistik, jelas dan mudah dipahami oleh masyarakat. 

Informasi tersebut antara lain mengenai pencegahan dan penanganan COVID-19. Penyampaian informasi dapat dilakukan oleh berbagai pihak melalui sosialisasi dan komunikasi publik yang efektif. 

Tahapan yang kedua adalah adalah tahap timing. Tahapan yang menentukan tentang waktu kapan suatu daerah dapat dimulai aktivasi sosial ekonomi dengan memperhatikan data epidemiologi, tingkat kepatuhan terhadap protokol kesehatan, kesiapan organisasi dan manajemen di daerah, serta memastikan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan.

"Ketiga adalah tahap prioritas. Tahapan ini dilakukan untuk memilih daerah atau sektor yang dapat dipulihkan kegiatan sosial-ekonomi secara bertahap dengan dilakukan simulasi agar kegiatan tersebut dapat berkelanjutan," jelas Wiku.

Keempat, lanjut Wiku, adalah tahap koordinasi pusat dan daerah. Tahapan ini penting dimana terjadi konsultasi timbal balik, antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang sinergis dalam pengambilan keputusan.

Kelima adalah tahap monitoring dan evaluasi. Tahapan pengawasan, pengendalian, serta evaluasi dari pelaksanaan, dari pemulihan aktivitas sosial-ekonomi. 

Baca Lainnya : Mei 2020, Dampak Corona Tekan Nilai Tukar Petani Indonesia Melorot 0,85 Persen

“Kami ingin menyampaikan, mengenai monitoring dan evaluasi peta risiko daerah. Sebagai contoh, untuk daerah zona hijau atau tidak terdampak, kami melakukan monitoring dan evaluasi untuk kabupaten-kota yang tidak terdampak. Adapun perubahan data dari 102 kabupaten-kota menjadi 92 kabupaten-kota tidak terdampak,” ujar Prof. Wiku.

Lebih lanjut perubahan data ini terjadi berdasarkan evaluasi indicator kesehatan masyarakat.

“Kami akan menyampaikan hasil monitoring dan evaluasi zonasi secara mingguan setiap hari Senin,” ucapnya.
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

15 Ton Kerapu Hidup Asal Belitung Diekspor Menuju Hong Kong

Peristiwa   14 Juli 2020 - 02:34 WIB
Bagikan:          
Bagikan: