Ratusan Rumah Rusak Pascagempa Bermagnitudo 6,8 Guncang Maluku Utara Kamis Sore

TrubusNews
Astri Sofyanti
05 Juni 2020   09:53 WIB

Komentar
Ratusan Rumah Rusak Pascagempa Bermagnitudo 6,8 Guncang Maluku Utara Kamis Sore

Gempa magnitudo 6,8, Kamis sore menimbulkan kerusakan di Desa Pangeo Kecamatan Morja Jaya. (Foto : Dok. BNPB)

Trubus.id -- Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati mengungkapkan, puluhan rumah rusak akibat guncangan gempa magnitudo 6,8 yang terjadi Kamis (4/6) pukul 15.49.40 WIB di wilayah Maluku. Rumah rusak tersebar pada enam kecamatan di Kabupaten Kepulauan Morotai.

Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB melaporkan per Jumat (5/6/20), kerusakan rumah terjadi di enam kecamatan, yakni Kecamatan Morotai Selatan, Morotai Timur, Morotai Utara, Morotai Jaya, Morotai Selatan Barat dan Pulau Rao. Total rumah rusak berjumlah 128 unit, dengan rincian 99 unit rumah rusak ringan (RR), 18 unit rumah rusak sedang (RS) dan 11 unit rumah rusak berat (RB)

“BPBD Kabupaten Kepulauan Morotai mencatat tidak ada korban jiwa akibat gempa yang terjadi pada Kamis sore tersebut,” kata Raditya dalam keterangan tertulis, Jumat.

BPBD setempat melaporkan pascagempa terjadi evakuasi warga. Masih terdapat masyarakat yang bertahan di dataran ketinggian atau di rumah saudara karena trauma.

Sesaat setelah gempa, Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Kepulauan Morotai dan instansi terkait melakukan penanganan darurat, seperti memastikan pertolongan korban dan pendataan kerusakan. Saat ini masih terus dilakukan pendataan di lapangan.

BMKG mengkoreksi parameter gempa yang sebelumnya berkekuatan M7,1 menjadi M6,8. Gempa yang terjadi pada kedalaman 111 km berada pada 99 km arah utara Kota Daruba, Pulau Morotai, Maluku Utara.

Guncangan gempa tersebut dirasakan sedang oleh warga Kota Ternate selama 2-3 detik di Kota Ternate, sedangkan mereka di Kabupaten Halmahera Barat lemah selama 2-3 detik.

“BNPB terus memonitor perkembangan pascagempa dan melakukan koordinasi dengan BPBD setempat dalan penanganan darurat,” pungkas Raditya.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan: