Subduksi Laut Filipina Sebabkan Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara

TrubusNews
Binsar Marulitua
04 Juni 2020   18:15 WIB

Komentar
Subduksi Laut Filipina Sebabkan Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara

Hasil analisis gempa bumi bermagnitudo 7,1 pada Kamis pukul 15.49 WIB di Maluku Utara tepatnya di Laut Filipina. (Foto : BMKG)

Trubus.id -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi gempa bumi bermagnitudo 7,1 pada Kamis pukul 15.49 WIB di Maluku Utara tepatnya di Laut Filipina. Berdasrkan analisis BMKG, gempa tersebut  terjadi akibat subduksi lempeng Laut Filipina.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa menengah akibat adanya aktifitas subduksi Lempeng Laut Filipina," kata Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Kamis (4/6/2020).

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi tersebut memiliki parameter update magnitudo 6,8. Episenter gempa terletak pada koordinat 2.93 LU dan 128.19 BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 99 km arah Utara Kota Daruba, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara pada kedalaman 111 km.

Hasil analisis mekanisme sumber juga menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
Hasil pemodelan BMKG menunjukkan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Guncangan gempa dirasakan di daerah Morotai IV MMI yaitu bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, Manado, Bitung, Minahasa, Bolmong, Ternate, Sitaro, Tahuna, Tobelo, Sofifi

Di Talaud II-III MMI dimana getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu.

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hingga pukul 16.00 WIB hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

Terkait kejadian gempa tersebut, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Juga menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah," ujar Rahmat. 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: