Mei 2020, Dampak Corona Tekan Nilai Tukar Petani Indonesia Melorot 0,85 Persen

TrubusNews
Binsar Marulitua
04 Juni 2020   18:00 WIB

Komentar
Mei 2020, Dampak Corona Tekan Nilai Tukar Petani Indonesia Melorot 0,85 Persen

Ilustrasi Petani (Foto : Binsar Marulitua)

Trubus.id -- Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Galuh Octania mengatakan, pandemi Covid-19 memengaruhi nilai tukar petani (NTP). Petani di Indonesia kian terpojok menyusul kembali turunnya NTP per Mei 2020 sebesar 99,47 atau lebih rendah 0,85% dibandingkan dengan bulan April sebesar 100,32.

Penurunan yang terus terjadi sejak awal tahun ini semakin memprihatinkan utamanya di tengah kondisi musim panen raya yang seharusnya berlangsung selama bulan Mei 2020.

Pandemi Covid-19 menyebabkan hasil panen terserap secara maksimal di pasaran. Tidak terserap dengan baiknya komoditas pangan hasil panen ini juga dapat disebabkan karena berkurangnya pendapatan masyarakat ataupun karena adanya pembatasan sosial berskala besar yang ditetapkan oleh pemerintah. 

Sebagaimana yang sudah diketahui, pandemi Covid-19 menyebabkan beberapa sektor tidak dapat beroperasi secara maksimal sehingga menyebabkan berkurangnya pendapatan dan menyusutnya tenaga kerja. Hal ini secara langsung akan melemahkan daya beli dan konsumsi masyarakat.

Baca Lainnya : Jokowi Instruksi Permudah 2,7 Juta Petani dan 1 Juta Nelayan Terima Jaring Pengaman Sosial

”Belum lagi kebijakan PSBB yang mau tidak mau memengaruhi kelancaran distribusi komoditas pangan antarkota, antarprovinsi dan antarpulau. Walaupun pangan dikecualikan dari penerapan PSBB, adanya pemeriksaan di pos-pos yang berada di check point tertentu tentu berdampak pada kelancaran lalu lintas,” terang Galuh.

Badan Pusat Statistik melaporkan , turunnya NTP Petani juga dibarengi dengan adanya perubahan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar -0,07% pada bulan Mei 2020 yang disebabkan oleh turunnya indeks di Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau.

Lesunya daya beli masyarakat juga nyatanya mempengaruhi nilai inflasi. Badan Pusat Statistik mencatat adanya penuruan tingkat inflasi Mei 2020 sebesar 0,07% (month to month) atau 2,19% (year on year).

Pola inflasi yang nyatanya tidak biasa ini disebabkan oleh adanya penurunan permintaan akibat kedua hal tadi, yaitu lemahnya daya beli dan pembatasan aktivitas masyarakat.

Dalam usahanya menjaga ketahanan pangan, lanjutnya, pemerintah selalu menjadikan ketersediaan dan stabilitas harga pasokan pangan sebagai fokus utama di tengah pandemi Covid-19 yang masih terus berlangsung.

Namun terkadang para petani yang merupakan produsen bahan pangan tersebut justru luput dari perhatian pemerintah. Padahal, jika ingin melancarkan sisi hilir, sisi hulu lah yang seharusnya diperhatikan terlebih dahulu.

”Untuk tetap mendukung petani, perlindungan sosial bagi petani agar mereka tetap produktif dalam memproduksi pangan merupakan hal yang paling terpenting untuk dilakukan. Selain tentunya Bulog yang harus terus menyerap pangan dari petani dengan harga yang menguntungkan petani, pemerintah juga telah menggalakkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani,” jelasnya.

Agar program KUR ini efektif, syarat pengajuan dan prosedurnya juga idealnya dipermudah. Sebagai contoh pada tanaman padi, pemerintah mendorong agar petani yang ingin mendapatkan KUR haruslah terlebih dahulu tergabung dalam program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) yang digencarkan oleh Kementerian Pertanian.

Baca Lainnya : Pemerintah Siapkan 300 Hektare Lahan Gambut untuk Cetak Sawah Baru, Antisipasi Defisit Beras

Agar KUR dapat dimanfaatkan dengan maksimal, tentunya mekanisme dan prosedur pendaftaran serta pengajuan klaim program AUTP pun harusnya tidak sulit agar mudah dipahami dan dapat memperoleh kepercayaan dari para petani.

Program-program yang memberikan perlindungan bagi petani harus terus dilakukan untuk menjamin baik itu tingkat produksi maupun tingkat konsumsi para petani sebagai garda terdepan pertanian Indonesia.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Jokowi Perintahkan Perkuat Ekonomi Desa di Tengah Pandemi

Peristiwa   25 Sep 2020 - 09:39 WIB
Bagikan:          
Bagikan: