Kemarau Tiba, BNPB Minta Masyarakat Waspadai Kekeringan Hadapi Covid-19

TrubusNews
Binsar Marulitua
02 Juni 2020   14:30 WIB

Komentar
Kemarau Tiba, BNPB Minta Masyarakat Waspadai Kekeringan Hadapi Covid-19

Ilustrasi Kekeringan (Foto : Binsar Marulitua)

Trubus.id -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat mewaspadai kekurangan air menghadapi musim kemarau dalam melewati pendemi Covid-19. Menurut pemantauan BNPB, sebagian besar wilayah Indonesia memasuki musim kemarau pada Mei 2020 hingga puncaknya di Agustus 2020. 

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan mengatakan Kebutuhan air sangat penting khususnya di tengah pandemi. Air menjadi salah satu media penting untuk mematikan virus SARS-CoV-2.

Panduan kesehatan yang mensyaratkan setiap individu untuk cuci tangan dengan sabun. 

"Air menjadi salah satu media penting untuk mematikan virus SARS-CoV-2. Tak hanya untuk kepentingan itu, air juga dibutuhkan untuk kehidupan sehari-hari masyarakat,” tulis Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Lilik Kurniawan dalam surat kepada BPBD beberapa waktu lalu. 

Baca Lainnya : Kekeringan Ancam 10 Provinsi Tumpuan Pertanian, Area Irigasi Terdampak 1.142.168 Ha

Lilik meminta pemerintah daerah untuk melakukan langkah-langkah penguatan kesiapsiagaan, baik untuk masyarakat dan pemerintah, menghadapi kemarau yang berdampak pada ancaman kekeringan. 

Kesiapsiagaan terebut seperti menyiapkan logistik dan peralatan, seperti tangka air bersih, penyediaan pompa air di tiap kecamatan serta memprioritaskan pada wilayah terdampak kekeringan. 

Upaya preventif lain, Lilik mengimbau pemerintah daerah untuk melakukan kampanye hemat air dengan memanen air hujan dan memanfaatkan air limbah rumah tangga yang relative bersih untuk dapat digunakan kembali.

Lanjutnya, ia meminta untuk melakukakan koordinasi multipihak dalam penyiapan alternative kebijakan pemenuhan kebutuhan air di masyarakat melalui penyiapan sumur bor dan pengaturan distribusi air. 

Baca Lainnya : Istana Perintahkan Antisipasi Dampak Kekeringan Terhadap Stok Bahan Pokok

BNPB mengidentifikasi wilayah administrasi di tingkat kabupaten dan kota yang berpotensi rawan bencana kekeringan pada puncak musim kemarau Agustus 2020. Identifikasi dengan merujuk pada intensitas curah hujan kurang dari 100 mm tersebut berdasarkan indeks risiko bencana Indonesia (IRBI). 

Terdapat sebanyak 189 wilayah di 15 provinsi memiliki tingkat risiko dengan kategori sedang hingga tinggi, 162 kabupaten dan kota berada di kateogri tinggi dan sisanya pada kategori sedang. 
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: