Cerdik, KKP Tangkap 2 Pelaku Bom Ikan dengan Menyamar Perahu Nelayan di Morawali

TrubusNews
Binsar Marulitua
02 Juni 2020   14:00 WIB

Komentar
Cerdik,  KKP Tangkap 2 Pelaku Bom Ikan dengan Menyamar Perahu Nelayan  di Morawali

Alat bukti kejahatan dari 2 pelaku pengeboman ikan di perairan Desa Umbele, Kecamatan Bungku Selatan, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah pada pada Sabtu (30/5/2020) lalu. (Foto : PSDKP KKP)

Trubus.id -- Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP)-KKP berhasil meringkus 2 pelaku bom ikan di perairan Desa Umbele, Kecamatan Bungku Selatan, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah pada pada Sabtu (30/5/2020) lalu. Dalam operasi membongkar praktik Bom ikan tersebut, juga melibatkan kerja sama masyarakat dengan menggunakan perahu nelayan 

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Tb. Haeru Rahayu mengkonfirmasi penangkapan pelaku pengeboman ikan tersebut di Jakarta pada Senin (1/6/2020).

”Pengawas Perikanan pada Satwas SDKP Kendari yang berada dibawah komando Pangkalan PSDKP Bitung berhasil melakukan penangkapan terhadap dua orang pelaku pengeboman ikan di Morowali, Sulawesi Tengah pada Sabtu (30/5)”, jelas Tb.

Tb menjelaskan bahwa penangkapan tersebut dilakukan dengan tidak mudah, aparat sudah bekerja beberapa hari, sebelum melakukan operasi penangkapan.

"Penangkapan pelaku pengeboman ikan ini memang selalu didahului dengan Pengumpulan Bahan dan Keterangan (PULBAKET) yang agak panjang, kita banyak dibantu dengan informasi masyarakat juga," ungkap Tb.

Baca Lainnya : 19.937 Benih Lobster Hasil Sitaan Dilepasliarkan di Pulau Angso Duo, Pariaman

Tb kemudian memaparkan kronologi penangkapan tersebut. penangkapan diawali dengan Pengumpulan Bahan dan Keterangan (PULBAKET) di wilayah kerja Luwuk Banggai oleh Satwas SDKP Kendari dan Dinas Perikanan Kabupaten Morowali yang dipimpin oleh Muliadi mendapati dua perahu tak bertuan di perairan Desa Umbele dengan titik koordinat -3°2'51, 1935" LS 122°27'48, 15443" BT. 

"Setelah didekati dan dilakukan pengamatan ditemukan dua terduga pelaku sedang menyelam untuk mengambil ikan yang diduga ditangkap menggunakan bahan peledak," urainya. 

Saat digeledah, petugas menemukan sejumlah barang bukti yang digunakan dalam penangkapan ikan dengan cara merusak tersebut diantaranya sekian kg pupuk yang diduga bahan pembuat  bom, korek api, kabel dan kompresor dan alat selam.

"Selanjutnya terhadap terduga pelaku pemboman ikan tersebut dilakukan pemeriksaan pendahuluan untuk keperluan penyidikan lebih lanjut yang akan dilakukan oleh PPNS Perikanan pada Satwas SDKP Kendari," jelas Tb.

Sementara itu, Direktur Pengawasan Pengelolaan Sumber Daya Kelautan Matheus Eko Rudianto menyampaikan bahaya praktik destructive fishing yang masih marak dilakukan oleh nelayan Indonesia di beberapa wilayah. Eko menjelaskan bahwa bom ikan ini bukan hanya mengganggu keberlanjutan sumber daya ikan tapi juga lingkungannya termasuk terumbu karang.

”Penggunaan bom ikan ini mengakibatkan kerusakan jangka panjang, bukan hanya ikan, tapi juga habitat seperti terumbu karang, dan pemulihannya sangat lama”, tegas Eko. 

Eko juga menjelaskan bahwa KKP telah banyak mengupayakan langkah-langkah pemberantasan kegiatan penangkapan ikan dengan cara merusak atau destructive fishing ini. KKP bahkan telah memiliki Rencana Aksi Nasional Pengawasan dan Penanggulangan Kegiatan Penangkapan Ikan yang Merusak Tahun 2019-2023 yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 114/KEPMEN-KP/SJ/2019. 

Baca Lainnya : TN Wakatabi Dongkrak Pendapatan Nelayan dengan Budidaya Lobster Mutiara

”Langkah-langkah pencegahan, pembinaan dan penanganan terus akan kami dorong agar praktik-praktik DF ini bisa dihilangkan”, pungkas Eko.

Penangkapan pelaku pengeboman ikan di Sulawesi Tengah ini menambah panjang daftar pelaku destructive fishing yang diamankan oleh Ditjen PSDKP-KKP. Selama 2 (dua) bulan terakhir 31  orang pelaku destructive fishing di lokasi terpisah di Indonesia yaitu di Tojo Una una - Sulawesi Tengah, Halmahera- Maluku Utara, Flores Timur – Nusa Tenggara Timur, Sumbawa – Nusa Tenggara Barat dan terakhir di Sulawesi Utara telah diringkus oleh Ditjen PSDKP bekerjasama dengan DKP Pemerintah Provinsi, TNI AL dan POLRI. 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: