Update Corona 1 Juni: Pasien Positif Covid-19 Bertambah 467, 15 Provinsi Tak Laporkan Penambahan Kasus

TrubusNews
Astri Sofyanti
01 Juni 2020   16:55 WIB

Komentar
Update Corona 1 Juni: Pasien Positif Covid-19 Bertambah 467, 15 Provinsi Tak Laporkan Penambahan Kasus

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Media Center Percepatan Penanganan Covid-19, Graha BNPB, Jakarta, Senin (1/6/20). (Foto : Dok. BNPB)

Trubus.id -- Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 per hari ini Senin (1/6/20) ada sebanyak 467 sehingga totalnya menjadi 26.940 orang. Kemudian untuk pasien sembuh menjadi 7.637 setelah ada penambahan sebanyak 329 orang. Selanjutnya untuk kasus meninggal bertambah 28 orang sehingga totalnya menjadi 1.641.

 

“Dari hasil pemeriksaan, sudah terkonfirmasi sebanyak 467 positif Covid-19, sehingga angkanya menjadi 26.940. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.641 meninggal dunia,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Media Center Percepatan Penanganan Covid-19, Graha BNPB, Jakarta, Senin (1/6/20).

Secara nasional kasus positif Covid-19 memang bertambah setiap harinya. Namun per hari ini, Senin (1/6) penambahan kasus Covid-19 tersebut tidak terjadi di 15 provinsi. Dirinya mengatakan meskipun tidak terjadi penambahan kasus positif Covid-19 di 15 provinsi, pihaknya terus berupaya menekan angka kasus di provinsi yang masih terjadi penambahan kasus Covid-19.

“15 Provinsi tidak ada laporan kasus positif. Oleh karena itu kita masih akan terus berupaya semaksimal mungkin pada provinsi yang sekarang masih tinggi angka penambahan kasus positif Covid-19 untuk kita tekan dengan berbasis pada perubahan perilaku masyarakat,” ungkap Yuri.

15 provinsi tersebut antara lain Aceh, Bangka Belitung, Bengkulu, Jambi, Kalimantan Utara, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Riau, Maluku, Papua Barat, Sulawesi Barat, dan Gorontalo.

Sementara itu, data provinsi 5 besar dengan kasus positif terbanyak secara kumulatif adalah mulai dari DKI Jakarta 7.485 orang, Jawa Timur 4.922, Jawa Barat 2.294, Sulawesi Selatan 1.586, Jawa Tengah 1.417 dan wilayah lain sehingga totalnya 26.940.

Berdasarkan data yang diterima Gugus Tugas dari 34 Provinsi di Tanah Air, Provinsi DKI Jakarta menjadi wilayah penambahan kasus sembuh tertinggi yakni 2.272 disusul Jawa Timur sebanyak 654, Sulawesi Selatan 625, Jawa Barat 619, Bali 329 dan wilayah lain di Indonesia sehingga total mencapai 7.637 orang.

“Kriteria pasien sembuh yang diakumulasikan tersebut adalah berdasarkan hasil uji laboratorium selama dua kali dan ketika pasien tidak ada lagi keluhan klinis,” ujar Yuri menambahkan.

Selanjutnya Gugus Tugas merincikan akumulasi data positif Covid-19 lainnya di Indonesia yaitu di Provinsi Aceh 20 kasus, Bali 482 kasus, Banten 867 kasus, Bangka Belitung 46 kasus, Bengkulu 91 kasus, Yogyakarta 237 kasus.

Selanjutnya di Jambi 97 kasus, Kalimantan Barat 196 kasus, Kalimantan Timur 297 kasus, Kalimantan Tengah 419 kasus, Kalimantan Selatan 948 kasus, dan Kalimantan Utara 165 kasus.

Kemudian di Kepulauan Riau 197 kasus, Nusa Tenggara Barat 652 kasus, Sumatera Selatan 995 kasus, Sumatera Barat 567 kasus, Sulawesi Utara 339 kasus, Sumatera Utara 417 kasus, dan Sulawesi Tenggara 244 kasus.

Adapun di Sulawesi Tengah 128 kasus, Lampung 135 kasus, Riau 117 kasus, Maluku Utara 160 kasus, Maluku 223 kasus, Papua Barat 168 kasus, Papua 725 kasus, Sulawesi Barat 92 kasus, Nusa Tenggara Timur 97 kasus, Gorontalo 94 kasus dan dalam proses verifikasi lapangan 21 kasus.

Adapun akumulasi data kasus tersebut diambil dari hasil uji pemeriksaan spesimen sebanyak 333.415 yang dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 95 laboratorium, Test Cepat Melokuler (TCM) di 59 laboratorium dan Laboratorium jejaring (RT-PCR dan TCM) di 179 lab. Secara keseluruhan, 232.113 orang telah diperiksa dan hasilnya 26.940 positif (kulumatif) dan 205.173 negatif (kumulatif).

Kabupaten/kota terdampak sudah 416 di semua provinsi. Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 48.358, dan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 13.120.

“Mari kita bersama menyadari bahwa penularan masih terus terjadi, kemudian kita mengupayakan berbagai hal untuk mencegah penularan namun tetap bisa produktif,” ujarnya.

Tatanan kehidupan yang baru (New Normal Life) menjadikan kondisi masyarakat tetap produktif di tengah pandemi Covid-19. Penerapan kebijakan New Normal itu tidak dilakukan secara langsung di semua wilayah di Indonesia, melainkan berdasarkan kondisi epidemiologi penyakit di daerah tersebut dan sistem kesehatan di sana.

“Kami akan memberikan masukan melalui gugus tugas kepada pemerintah daerah setelah kami melakukan kajian tentang epidemiologi penyakit di wilayah itu. Kita juga akan menyampaikan data sistem kesehatan di wilayah itu termasuk sistem surveilans,” tambahnya.

Keberhasilan tatanan New Normal ditentukan oleh perubahan perilaku masyarakat yang membiasakan jaga jarak fisik dengan orang lain, memakai masker, rajin cuci tangan pakai sabun, dan berolah raga.

“Oleh karena itu dengan cara ini (Perubahan perilaku era New Normal) kita akan bisa memenangkan pengendalian Covid-19,” tutup Yuri.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

15 Ton Kerapu Hidup Asal Belitung Diekspor Menuju Hong Kong

Peristiwa   14 Juli 2020 - 02:34 WIB
Bagikan:          
Bagikan: