Update Corona 31 Mei: Bertambah 557, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 25.773

TrubusNews
Astri Sofyanti
30 Mei 2020   17:05 WIB

Komentar
Update Corona 31 Mei: Bertambah 557, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 25.773

Jubir Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto. (Foto : Dok. BNPB)

Trubus.id -- Jubir Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto kembali mengumumkan data terbaru kasus Covid-19. Dalam 24 jam terakhir, pasien Covid-19 bertambah 557 kasus. Dengan demikian, total pasien positif hingga pukul 12.00 WIB, Sabtu, mencapai 25.773 kasus.

Untuk pasien sembuh dikatakan Yuri bertambah 523, sehingga totalnya menjadi 7.015, dan pasien meninggal bertambah 53 total 1.573. Sementara jumlah ODP hingga hari ini tercatat 47.714, PDP 12.832.

Adanya penambahan kasus positif, lanjut Yuri, menandakan masih terjadi penularan virus Covid-19 dan masih ada sebagian orang rentan tertular.

“Kalau kita lihat lebih detail ada 10 provinsi yang hari ini tidak ditemukan kasus, namun ada juga 5 provinsi yang masih tinggi kasusnya,” kata Yuri saat memberikan keterangan pers terkait perkembangan Covid-19 di Media Center Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Sabtu (30/5/20).

10 provinsi tersebut antara lain Aceh, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Tenggaran, Sulawesi Tengah, Riau, Maluku, Sulawesi Barat.

Sementara 5 provinsi yang penambahan kasusnya masih tinggi adalah Jawa Timur, DKI Jakarta, Sulawesi Selatan, Kalimantan Tengah, dan Jawa Barat.

“Kasus di DKI Jakarta tidak seluruhnya dari wilayah administrasi Jakarta, tapi juga ada dari pegawai migran yang positif Covid-19. Kemudian penambahan kasus di Jawa Barat meskipun angka tinggi tapi jika dibandingkan dengan hari kemarin cenderung turun,” ujarnya.

Secara nasional, sebanyak 11.361 spesimen telah diperiksa per hari ini sehingga total 311.006 spesimen telah diperiksa.

“Jaga jarak, pakai masker, cuci tangan dengan sabun, dan olah raga bisa melindungi kita. Dibutuhkan perubahan perilaku kita, saat ini tidak bisa lagi menganggap cuci tangan itu tidak penting, jaga jarak tidak penting. Kita harus berubah membiasakan semua itu,” lanjutnya.

Di era New Normal diharapkan masyarakat sudah terbiasa dengan upaya pencegahan penularan Covid-19 dalam beraktivitas. Termasuk dalam hal ini dalam pelayanan Kesehatan dengan memanfaatkan telekomunikasi.

“Kita sudah mulai banyak yang terbiasa untuk menggunakan teknologi dalam memenuhi kebutuhan konsultasi medis tanpa datang ke rumah sakit melalui telemedicine,” bebernya.

Menurutnya, telemedicine ini akan menjadi budaya baru bagi masyarakat dalam melakukan konsultasi Kesehatan.

“Inilah yang akan kita manfaatkan mulai saat ini dan seterusnya,” tutur Yuri.

Pemerintah tak henti-hentinya mengimbau masyarakat untuk disiplin dalam upaya pencegahan penularan Covid-19 dengan rajin cuci tangan pakai sabun dan air mengalir, memakai masker jika terpaksa harus ke luar rumah serta tetap menjaga jarak fisik dengan orang lain.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

15 Ton Kerapu Hidup Asal Belitung Diekspor Menuju Hong Kong

Peristiwa   14 Juli 2020 - 02:34 WIB
Bagikan: