WH0 Peringatkan Gelombang Pertama Pendemi Corona Belum Selesai

TrubusNews
Binsar Marulitua
28 Mei 2020   08:00 WIB

Komentar
WH0 Peringatkan Gelombang Pertama Pendemi Corona Belum Selesai

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan bahwa, gelombang pertama pendemi virus Corona (Covid-19) belum selesai. Lonjakan kasus penularan yang terjadi di Brasil dan India menunjukkan bahwa dunia saat ini tepat di tengah gelombang pertama yang masih berjalan. 

Peringatan tersebut disampaikan untuk meredam harapan pemulihan ekonomi global secara cepat dan kemungkinan jadwal perjalanan internasional yang akan dibuka kembali dalam waktu dekat.

"Saat ini, kita tidak berada dalam gelombang kedua. Kita tepat di tengah gelombang pertama secara global. Kita masih berada di banyak fase di mana penyakit ini sedang dalam perjalanan," ujar pakar kesehatan Direktur Eksekutif WHO, Dr. Mike Ryan seperti dilansir Associated Press.

Baca Lainnya : Masa PSBB, Belanja Online Dorong Kenaikan Sampah Plastik di Jabodetabek

Saat ini, jelas Ryan, India telah mengizinkan operasional penerbangan domestik mulai Senin (25/5/2020) setelah ditutup selama dua bulan. Hal tersebut berdampak pada catatan lonjakan kasus baru. Total kasus pasien positif Corona di India mencapai 146.376 dan 4.187 kematian. 

Sebagian besar kasus corona di India terpusat negara bagian barat Maharashtra, Mumbai, dan Gujarat dan daerah timur lantaran warga kembali ke desa dari kota-kota besar.

Lonjakan kasus yang sama juga terjadi pada negara Brasil. Saat ini Brasil berada di uruta kedua setelah Amerika Serikat sebagai negara dengan kasus corona tertinggi di dunia dengan angka kematian mencapai 375 ribu dan lebih dari 23 ribu kematian. 

Bahkan, sejumlah pihak meragukan angka kematian yang dilaporkan pemerintah dan menaruh kecurigaan jika angka infeksi sebenarnya jauh lebih tinggi. 

Baca Lainnya : PSBB Tiga Kali, Jumlah Positif Covid-19 di Jakarta Bertambah 119 Orang Saat Idulfitri

Ryan mengatakan tingkat penularan virus corona di Brasil terbilang intens. Ia menyarankan negara tersebut tetap mempertahankan anjuran agar warga tetap tinggal di rumah, terlepas dari dampak negatifnya bagi perekonomian.

Sementara itu,  Gubernur Sao Paolo, Joao Doria mengesampingkan aturan lockdown total dengan berencana melakukan pelonggaran mulai 1 Juni mendatang.

WHO sebelumnya menghentikan sementara uji klinis hydroxychloroquine atau obat malaria sebagai pengobatan potensial bagi pasien Covid-19. Keputusan tersebut dilakukan setelah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal medis The Lancet menunjukkan obat itu dapat meningkatkan risiko kematian pasien.

Sebuah kelompok Solidarity Trial yang terdiri dari ratusan rumah sakit rujukan virus corona di seluruh dunia mendaftarkan pasien untuk diuji menggunakan hydroxychloroquine. Kini uji coba tersebut dihentikan sementara.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

15 Ton Kerapu Hidup Asal Belitung Diekspor Menuju Hong Kong

Peristiwa   14 Juli 2020 - 02:34 WIB
Bagikan: