Virus SARS-CoV-2 Penyebab COVID-19 di Indonesia Berkategori G, Berkembang di Eropa

TrubusNews
Binsar Marulitua
27 Mei 2020   14:00 WIB

Komentar
Virus SARS-CoV-2 Penyebab COVID-19 di Indonesia Berkategori G, Berkembang di Eropa

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek) telah menghimpun dana hampir Rp200 miliar untuk kebutuhan pendanaan riset dan inovasi, terutama dalam penanganan virus corona jenis baru (Covid-19) di Indonesia. 

"Kalau untuk sampai prototipe kami masih menyakini anggaran yang sedang kami kumpulkan ini sudah memadai," kata Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang P.S. Brodjonegoro dalam gelar wicara di Jakarta, Rabu (27/5/2020). 

Menristek Bambang P.S. Brodjonegoro menjelaskan, dana kombinasi itu berasal dari Dana Abadi Penelitian yang dikelola LPDP, biaya penelitian yang melekat ke perguruan tinggi, dan realokasi anggaran yang dilakukan lembaga penelitian di bawah koordinasi Kemristek, seperti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.

Baca Lainnya : Penambahan Kasus Positif Covid-19 Terbanyak di Jakarta Saat Idulfitri, 119 Orang Terpapar

Dana hampir Rp200 miliar itu tentu bukan hanya untuk pengembangan vaksin Covid-19, tetapi juga untuk mendanai riset dan inovasi lain untuk penanganan COVID-19, seperti obat, alat kesehatan, serta perangkat tes untuk penyaringan dan diagnosis Covid-19.

Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa berdasarkan hasil pengurutan genom virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 yang sudah dikirim ke bank data global, virus corona yang beredar di Indonesia ada yang sama dengan virus yang beredar di Eropa.

"Satu itu memang masuk kategori G. Kategori G itu dianggap adalah virus yang seolah-olah berasal atau berkembang di Inggris atau di Eropa tepatnya," tambahnya. 

Ia menjelaskan bahwa Indonesia telah mengirimkan sembilan hasil pengurutan genom dari virus corona tipe SARS-CoV-2 yang beredar di Indonesia ke GISAID, yang mengelola bank data hasil pengurutan genom virus SARS-CoV-2 dari seluruh dunia.

Baca Lainnya : Hespridin pada Kulit Jeruk Bisa Tangkal Corona, Begini Cara Sajinya

Hasil pengurutan genom SARS-CoV-2 yang sudah dikirim ke GISAID meliputi tujuh hasil pengurutan genom yang dilakukan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman dan dua hasil pengurutan genom yang dilakukan oleh Universitas Airlangga Surabaya.

Bambang mengatakan bahwa delapan dari sembilan hasil pengurutan genom virus corona yang sudah dikirimkan ke GISAID masuk dalam kategori others, di luar tiga kategori utama SARS-CoV-2 yang ditentukan oleh GISAID yakni S, G, dan V.

Pengurutan genom virus SARS-CoV-2 di Indonesia masih terus dilakukan. Lembaga Eijkman menargetkan 100 hasil pengurutan genom virus SARS-CoV-2 yang bersirkulasi di Indonesia.

Baca Lainnya : Persiapan New Normal, 4 Provinsi Akan Dikawal 340 Ribu Personel TNI-POLRI Lakukan PSBB

Pengurutan genom diperlukan untuk memahami karakter virus penyebab COVID-19 yang ada di Indonesia dan asal virus itu, serta mengembangkan vaksin dan obat spesifik COVID-19.

"Kita mulai memperbanyak whole genom sequencing (pengurutan genom menyeluruh) untuk mempelajari karakter virus yang bersirkulasi di Indonesia," kata Bambang 


 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

15 Ton Kerapu Hidup Asal Belitung Diekspor Menuju Hong Kong

Peristiwa   14 Juli 2020 - 02:34 WIB
Bagikan:          
Bagikan: