Masa PSBB, Belanja Online Dorong Kenaikan Sampah Plastik di Jabodetabek

TrubusNews
Binsar Marulitua
26 Mei 2020   12:00 WIB

Komentar
Masa PSBB, Belanja Online Dorong Kenaikan Sampah Plastik di Jabodetabek

Ilustrasi Sampah Plastik (Foto : Ridwan)

Trubus.id -- Presentase belanja online dan penggunaan layanan pesan antar (delivery) meningkat saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Bersisian dengan itu, kenaikan presentase belanja online juga berbarengan dengan kenaikan sampah plastik di Jakarta Bogor Tangerang Bekasi (JABODETABEK). 

Pusat Penelitian Oseanografi dan Pusat Penelitian Kependudukan LIPI merilis hasil studi terkait ‘Dampak PSBB dan WFH Terhadap Sampah Plastik di kawasan JABODETABEK’ yang dilakukan melalui survei online pada tanggal 20 April-5 Mei 2020.

Peneliti Pusat Penelitian Oseonografi LIPI, Intan Suci Nurhati mengatakan hasil survei menunjukkan bahwa mayoritas warga Jabodetabek melakukan belanja online yang cenderung meningkat. Dari yang sebelumnya hanya 1 hingga 5 kali dalam satu bulan, menjadi 1 hingga 10 kali selama PSBB/WFH. Begitu juga dengan penggunaan layanan delivery makanan lewat jasa transportasi online.

Baca Lainnya : Deforestasi Netto 2018-2019 Capai 462,4 Ribu Hektare, KLHK Sebut Rendah dan Stabil

"Padahal, 96% paket dibungkus dengan plastik yang tebal dan ditambah dengan bubble wrap. Selotip, bungkus plastik, dan bubble wrap merupakan pembungkus berbahan plastik yang paling sering ditemukan," jelas Intan. 

Bahkan di kawasan Jabodetabek, lanjut Intan, jumlah sampah plastik dari bungkus paket mengungguli jumlah sampah plastik dari kemasan yang dibeli. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa 60% responden menilai bahwa penggunaan bungkus plastik tidak mengurangi risiko terpapar COVID-19. 

Hal ini sesuai dengan penelitian bahwa virus COVID-19 dapat bertahan di permukaan plastik selama tiga hari, lebih lama disbanding permukaan lain seperti kardus atau stainless steel.

Data survei LIPI juga mengungkap tingkat kesadaran warga yang tinggi terhadap isu sampah plastik. Namun, kesadaran masyarakat belum dibarengi dengan aksi nyata. 

“Hanya separuh dari warga yang memilah sampah untuk didaur ulang. Hal ini berpotensi meningkatkan sampah plastik dan menambah beban tempat pembuangan akhir selama PSBB/WFH,” tambahnya 

Baca Lainnya : Lahan Gambut Riau Level Bahaya, Rekayasa Hujan Hasilkan 17,1 Juta M2 Air

Intan mengajak setiap individu untuk melakukan aksi nyata dalam mengurangi sampah plastik selama PSBB/WFH. Beberapa cara tersebut antara lain. Mendukung penjual dan produk tanpa pembungkus plastic, meminta penjual untuk mengurangi pembungkus plastik, membeli barang dalam kemasan besar atau satukan bermacam daftar belanjaan dalam satu pembelian, memanfaatkan kembali pembungkus plastik setelah dibersihkan, pilah sampah plastik untuk daur ulang, membeli barang dari lokasi yang lebih dekat dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca. 

“There is U in SOL-U-TION. Mari kita bersama-sama mengurangi sampah plastik dalam berbelanja online,” imbuh Intan.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

15 Ton Kerapu Hidup Asal Belitung Diekspor Menuju Hong Kong

Peristiwa   14 Juli 2020 - 02:34 WIB
Bagikan:          
Bagikan: