PSBB Tiga Kali, Jumlah Positif Covid-19 di Jakarta Bertambah 119 Orang Saat Idulfitri

TrubusNews
Binsar Marulitua
25 Mei 2020   14:00 WIB

Komentar
PSBB Tiga Kali, Jumlah Positif Covid-19 di Jakarta Bertambah 119 Orang Saat Idulfitri

ilustrasi Virus Corona (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- DKI Jakarta telah memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk yang ketiga kalinya sampai pada 4 Juni 2020 mendatang. Meski demikian, paparan Covid-19 di Ibu Kota masih menjadi yang terbanyak dari provinsi lainnya sampai pada hari Minggu (24/5/2020), yang bertepatan dengan Hari Raya Idulfitri 1441 Hijriah. 

"Jumlah kasus pasien positif Covid-19 di Indonesia bertambah 526 kasus sampai pada hari Minggu (24/5/2020). Tambahan kasus positif terbanyak terjadi di Provinsi DKI Jakarta, yakni 119 orang," jelas Juru bicara pemerintah untuk Penanganan Corona Achmad Yurianto di Jakarta, Minggu (24/5/2020) kemarin.

Yurianto meminta kepada masyarakat yang ada di daerah agar tidak kembali ke Jakarta untuk mencari nafkah, dalam situasi pandemi COVID-19. Hal tersebut disebabkan Ibu Kota Jakarta saat ini menjadi episentrum COVID-19 yang justru dapat bisa menjadi permasalahan semakin besar.

Baca Lainnya : Jubir Covid-19: Masyarakat Tidak Akan Bisa Kembali ke Kondisi Normal Sebelum Covid-19

"Inilah yang kemudian beberapa kali pemerintah, bahkan Bapak Presiden sendiri mengatakan, kita harus bersabar. Situasi ini tidak mudah. Namun, kita yakin dengan kebersamaan, pasti kita akan bisa melakukan,” kata Yuri di Jakarta, Minggu (24/5/2020).

Sementara itu, Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengumumkan, hingga Minggu, sudah 129.415 sampel telah diperiksa dengan menggunakan metode tes "Polymerase Chain Reaction" (PCR) untuk mengetahui jejak infeksi Covid-19.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengatakan jumlah tersebut adalah angka kumulatif sampai dengan 23 Mei 2020 di seluruh lima wilayah DKI Jakarta.

"Untuk tes PCR pada 23 Mei 2020 dilakukan pada 1.393 orang. Sebanyak 1.204 tes dilakukan untuk menegakkan diagnosis pada kasus baru yang awalnya terdeteksi pada hasil reaktif pengujian tes cepat dengan hasil 118 positif dan 1.086 negatif," katanya. 

Sementara untuk tes cepat, Ani menerangkan masih terus berlangsung di enam wilayah Kota/Kabupaten Administrasi DKI Jakarta dan Pusat Pelayanan Kesehatan Pegawai (PPKP).

"Total sebanyak 115.042 orang telah menjalani tes cepat dengan persentase positif Covid-19 sebesar empat persen, dengan rincian 4.421 orang dinyatakan reaktif Covid-19 dan 110.621 orang dinyatakan non-reaktif," tuturnya.

Ani mengatakan Pemprov DKI Jakarta terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas pemeriksaan metode "Rapid Test and Polymerase Chain Reaction" (RT-PCR), di antaranya adalah membangun Laboratorium Satelit Covid-19, hasilnya telah ada lebih dari 123 ribu sampel telah dites PCR.

Laboratorium Satelit itu sendiri, berlokasi di sebagian lahan RSUD Pasar Minggu sejak 9 April 2020.

Baca Lainnya : Jakarta Tertinggi Covid-19, Ini Sejumlah Titik Penyekatan Pintu Masuk Arus Balik Lebaran

"Kami membangun jejaring dengan 36 laboratorium pemeriksa Covid-19 untuk meningkatkan kapasitas pemeriksaan," kata Ani menambahkan.

Ani menjelaskan Labkesda DKI Jakarta sebagai salah satu UPT Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta ditetapkan menjadi salah satu laboratorium pemeriksaan sampel Covid-19 berbasis PCR berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan tanggal 16 Maret 2020, Nomor HK.01.07/MENKES/182/2020 tentang Jejaring Laboratorium Pemeriksaan Covid-19. 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

15 Ton Kerapu Hidup Asal Belitung Diekspor Menuju Hong Kong

Peristiwa   14 Juli 2020 - 02:34 WIB
Bagikan: