Jubir Covid-19: Masyarakat Tidak Akan Bisa Kembali ke Kondisi Normal Sebelum Covid-19

TrubusNews
Binsar Marulitua
25 Mei 2020   12:30 WIB

Komentar
Jubir Covid-19: Masyarakat Tidak Akan Bisa Kembali ke Kondisi Normal Sebelum Covid-19

Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19, Achmad Yurianto (Foto : Humas BNPB)

Trubus.id -- Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19, Achmad  Yurianto, menegaskan masyarakat tidak akan bisa kembali ke kondisi normal seperti dulu sebelum ada pandemi COVID-19. Karena itu, diperlukan cara pandang baru agar mulai membiasakan hidup normal baru (New Normal) dalam beradaptasi dengan virus yang ini.

"Masyarakat harus mulai membiasakan hidup normal baru (New Normal), situasi setelah pandemik COVID-19 tidak akan sama seperti dulu," jelas di Jakarta, Minggu (24/5/2020) kemarin.

Yuri menjelaskan, harus ada paradigma baru dalam melawan COVID-19. Masyarakat harus mulai membiasakan hidup normal baru dengan selalu melaksanakan protokol kesehatan seperti cuci tangan pakai sabun, jaga jarak fisik, pakai masker, dan menghindari kerumunan, serta mulai produktif kembali namun tetap aman dari COVID-19.

“Upaya normal yang baru ditujukan untuk memutus ini semua, kita sadari penyakit ini disebabkan oleh virus yang menyebabkan gangguan pernapasan,” sebut Yuri.

Baca Lainnya : Penambahan Kasus Positif Covid-19 Terbanyak di Jakarta Saat Idulfitri, 119 Orang Terpapar

Jumlah kasus pasien positif Covid-19 di Indonesia bertambah 526 kasus sampai pada hari Minggu (24/5/2020) yang bertepatan dengan Hari Raya Idulfitri 1441 Hijriah.  Dari jumlah total 22.271 kasus, tambahan kasus positif terbanyak terjadi di Provinsi DKI Jakarta, yakni 119 orang. 

Penambahan terbanyak kedua ada di Provinsi Jawa Timur yaitu sebanyak 68 orang, disusul Papua sebanyak 62 orang.

Ada pun wilayah terdampak meluas hingga 404 Kabupaten/Kota di 34 Provinsi.

“Pekerjaan kita masih cukup berat, karena kami masih melakukan pemantauan di seluruh wilayah tanah air ini pada orang-orang yang perlu kita pantau sebanyak 42.551,” ujarnya.

Baca Lainnya : Jakarta Tertinggi Covid-19, Ini Sejumlah Titik Penyekatan Pintu Masuk Arus Balik Lebaran

Sementara itu, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tercatat sebanyak 11.389 orang. Pihaknya mengimbau bahwa proses penularan masih terjadi, sumber penularan masih ada di tengah masyarakat. 

“Kita tidak bisa bergerak sendiri, kami berharap keluarga adalah basis perubahan perilaku secara mendasar. Mari jadikan keluarga kita keluarga yang aman dan terlindungi, sehingga kita bisa melindungi keluarga, orang lain, dan bangsa Indonesia,” tegasnya.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

21 Warga Meninggal Dunia Akibat Banjir Bandang Luwu Utara

Peristiwa   16 Juli 2020 - 08:47 WIB
Bagikan:          

Juni 2020, BPS Catat Ekspor Pertanian Naik Tinggi

Peristiwa   15 Juli 2020 - 18:54 WIB
Bagikan:          
Bagikan: